Pemkot Bandung Gencarkan Sosialisasi Layanan Darurat di Titik Rawan Kriminal

  • 24 Jul 2026 14:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung akan menggencarkan sosialisasi layanan darurat nasional 112 agar lebih dikenal masyarakat. Selain itu, Pemkot juga akan menambah pemasangan speaker di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminal sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan di Kota Bandung.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui keberadaan layanan darurat 112 maupun fitur panic button yang telah tersedia melalui aplikasi layanan pemerintah.

‎"Kalau panic button sebetulnya sudah ada di aplikasi. Mungkin yang perlu kita dorong adalah sosialisasinya. Aplikasinya belum meluas, belum masif. Bahkan masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang keberadaan nomor 112. Padahal 112 itu berlaku secara nasional," ujar Farhan, Jumat 24 Juli 2026.

‎Farhan menjelaskan, terdapat beberapa nomor layanan darurat nasional yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan jenis kejadian yang dihadapi.

‎"Nomor 112 digunakan untuk berbagai macam pengaduan darurat. Nomor 113 khusus untuk kebakaran, sedangkan 119 untuk kondisi darurat kesehatan. Semuanya berlaku secara nasional di mana pun di seluruh Indonesia," jelasnya.

‎Menurut Farhan, sosialisasi mengenai layanan tersebut akan terus ditingkatkan agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal saat menghadapi situasi darurat.

‎Selain memperkuat layanan pengaduan, Pemkot Bandung juga akan menambah fasilitas speaker di sejumlah titik rawan kriminalitas sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

‎"Kalau maintenance tentu perlu, tetapi untuk upgrading tidak perlu. Tinggal menambah saja. Sesuai usulan Pak Gubernur, kita akan menambah speaker di beberapa titik rawan. Selama ini speaker baru ada di Jalan Otto Iskandardinata (Otista)," katanya.

‎Farhan menegaskan, penanganan persoalan keamanan tidak bisa dilakukan hanya dengan satu solusi. Menurutnya, diperlukan berbagai langkah yang dilakukan secara bersamaan dengan melibatkan seluruh pihak.

‎"Tidak mungkin ada satu cara ajaib yang langsung menyelesaikan semua persoalan. Jadi semua upaya harus dikerahkan, mulai dari memasang lampu penerangan jalan, menambah CCTV, menggerakkan kembali siskamling, hingga memasang speaker di titik-titik tertentu," ucapnya.

‎Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bandung akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

‎"Pak Gubernur punya langkah-langkah tersendiri yang harus kita ikuti. Kepolisian juga memiliki strategi sesuai kewenangannya. Karena itu semua pihak harus bergerak bersama-sama agar situasi keamanan di Kota Bandung semakin kondusif," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....