Korban Keracunan MBG di Garut Tercatat Sudah Seratus Orang

  • 23 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pasantren Al-Almansuriyah yang ada di RT 04 RW 05 Kp Cigaluh Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut jumlahnya terus bertambah. Bupati Garut Abdusy Sakur Amin mengatakan, hingga siang ini sudah mencapai 100 orang yang menjadi korban.

Ia menyampaikan, pihaknya sudah menggelar rapat kordinasi dengan Dinas terkait membahas upaya penanganan selanjutnya, dan rencananya sore ini Pemkab Garut akan memberikan bantuan kepada korban keracunan.

"Rencananya sore ini kami akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban keracunan," katanya melalui pesan singkat, Kamis, 23 Juli 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan pemerintah daerah langsung melakukan pemantauan begitu menerima laporan adanya dugaan keracunan tersebut. "Hari ini kami memonitor terkait dengan kejadian keracunan. Dari jam satu tadi ada tiga orang yang masuk, kemudian sekitar jam tiga bertambah lagi jadi 23, dan hari ini total ada 27 orang yang kita temui," katanya.

Menurutnya, seluruh pasien langsung mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Para korban dipusatkan di Puskesmas Cibatu agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara intensif. Apabila empat warga yang masih dalam pendataan turut menjalani pemeriksaan dan dinyatakan mengalami kondisi serupa, maka jumlah warga yang diduga terdampak dapat mencapai 31 orang.

Salah seorang korban, Widia, mengaku mulai mengalami diare, muntah, dan buang air besar terus-menerus sejak malam hari setelah mengonsumsi makanan MBG milik adiknya. "Saya diare, muntah-muntah, sama buang air besar terus dari malam. Saya pikir itu lambung, ternyata teman-teman yang lain juga sama," katanya.

Ia mengatakan menu yang dikonsumsinya terdiri dari tempe, telur ceplok, dan sayur sop. Ia mengaku tidak menemukan tanda-tanda makanan dalam kondisi basi atau mencurigakan saat disantap. Namun beberapa jam kemudian, gejala mulai dirasakan.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Garut bersama tenaga kesehatan terus memantau kondisi para korban sekaligus melakukan pendataan terhadap warga lain yang diduga mengalami gejala serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....