Kemenhub Siapkan 24 Rute Domestik di Bandara Husein

  • 23 Jul 2026 09:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung terus dipersiapkan. Selain telah memberikan izin untuk 24 rute penerbangan domestik, Kemenhub juga akan segera membuka izin penerbangan internasional regional.

‎Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara.

‎"Kami bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sepakat untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan domestik," ujar Dudy, kamis 23 Juli 2026.

‎Dudy mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah mengajukan permohonan agar Bandara Husein kembali melayani penerbangan internasional regional. Kemenhub memastikan akan memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.

‎Menurutnya, pemerintah telah menerbitkan izin untuk sekitar 24 rute penerbangan domestik dari Bandara Husein. ‎"Izin yang sudah kita berikan itu, kalau saya tidak salah, sekitar 20 atau 24 rute domestik. Sesuai dengan permintaan Pak Gubernur, kita juga akan memberikan izin untuk penerbangan internasional regional," katanya.

‎Reaktivasi Bandara Husein ditargetkan mulai berlangsung pada Agustus 2026. Sebelum beroperasi kembali, Kemenhub akan memastikan seluruh aspek infrastruktur, keselamatan, dan keamanan penerbangan telah memenuhi standar.

‎"Kami harus memastikan betul karena demi keselamatan dan keamanan para pengguna Bandara Husein," ucapnya.

‎Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, dirinya telah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

‎Menurut Dedi, Kertajati akan diarahkan menjadi pusat industri pertahanan nasional. Bandara tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional pesawat militer serta pengembangan industri strategis dalam negeri.

‎"Jadi digunakan untuk pesawat-pesawat militer. Kemudian kita berharap seluruh industri pertahanan dalam negeri, termasuk PTDI dan Pindad, nantinya berpusat di Kertajati. Sementara Bandara Husein fokus menjadi bandara komersial," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....