PT.KAI: Maaf atas Keterlambatan KA Siliwangi Terkendala Alam

  • 22 Jul 2026 15:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 2 Bandung tetap aman pasca terjadinya gempa bumi. Itu yang berkekuatan Magnitudo 4,9 yang terjadi pada pertengahan Juli 2026 ini.

"KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. Keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama kami," ujar Manager Humas KAI Bandung Kuswardojo, Rabu 22 Juli 2026.

Kuswrdojo menambahkan, setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi memengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat. Itu dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana.

"Meskipun gempa yang terjadi tidak mengakibatkan kerusakan pada jalur maupun bangunan prasarana, pemeriksaan tetap wajib dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko. Kami tidak akan mengoperasikan perjalanan kereta api sebelum dipastikan seluruh jalur benar-benar aman untuk dilalui," tambahnya.

KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi (343). Itu untuk relasi Cipatat–Sukabumi yang terjadi akibat proses pemeriksaan keselamatan tersebut.

"Kami memohon maaf atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mengutamakan aspek keselamatan dibandingkan ketepatan waktu apabila terjadi kondisi luar biasa seperti bencana alam. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kepercayaan pelanggan," tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi dengan BMKG serta jajaran internal maupun eksternal. Itu terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung dapat berlangsung dengan aman, selamat, dan tepat waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....