Menjaga Nadi Tradisi, YBJB Terus Pacu Regenerasi Melalui Duta Batik
- 21 Jul 2026 21:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Perjalanan panjang melestarikan warisan budaya tak pernah lepas dari semangat kolaborasi dan inovasi generasi muda. Hal itulah yang melandasi komitmen Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) yang konsisten memacu regenerasi seni kriya batik di Priangan hingga Pantura sejak belasan tahun silam.
Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Ramania, menceritakan bahwa langkah besar ini dimulai dari keresahan bersama para pelaku seni, akademisi, hingga pengusaha pada 8 Agustus 2008 lalu. Berdirinya YBJB menjadi titik awal gerakan masif untuk melesatkan harkat batik Pasundan sekaligus menyejahterakan para perajinnya.
"Yayasan Batik Jawa Barat berdiri bersama 10 orang pengurus dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, praktisi, dan pengusaha batik. Kita semua bergabung untuk mengangkat derajat batik Jawa Barat dan tentunya berujung kepada kesejahteraan para perajinnya," ujar Sendy, Selasa 21 Juli 2026.
Sendy mengungkapkan, tantangan utama melestarikan batik adalah bagaimana menanamkan rasa bangga pada generasi muda. Oleh karena itu, YBJB merintis kehadiran Duta Batik Jawa Barat sebagai ujung tombak untuk mendekatkan batik ke ranah anak muda.
"Kenapa hadir Duta Batik Jawa Barat? Kita berpikir bagaimana supaya batik itu bisa dicintai generasi muda, anak-anak muda mau memakai batik dan bangga berbatik. Perlu adanya anak-anak muda yang mensosialisasikan ini kepada generasi sebayanya," kata Sendy.
Upaya konsisten selama kurang lebih 18 tahun ini membuahkan hasil luar biasa. Jika pada tahun 2008 YBJB mendata hanya ada lima daerah pembatikan lama yakni Garut, Tasikmalaya, Ciamis di Priangan, serta Indramayu dan Cirebon di Pantura kini peta perbatikan Jawa Barat telah berubah drastis.
Berkat pembinaan berkelanjutan, seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat saat ini telah memiliki sentra pembatikan sendiri. Uniknya, ragam motif batik yang lahir benar-benar mencerminkan identitas dan kearifan lokal dari masing-masing wilayah.
Penentuan motif batik di setiap daerah pun dilakukan secara inklusif dengan melibatkan masyarakat setempat melalui ajang perlombaan hasil kerja sama YBJB, pemerintah daerah, dan Dekranasda setempat.
"Masyarakat boleh menuangkan kreasi dan kreativitasnya sesuai kearifan lokal daerah tersebut. Setelah dilombakan dan ada pemenangnya, itulah yang dijadikan motif khas daerah. Nantinya diproduksi langsung oleh para perajin dari putra daerah sendiri," jelas Sendy.
Melihat denyut industri batik yang makin hidup dan berkembang pesat, YBJB terus menjaga rantai regenerasi ini agar tidak terputus. Program pemilihan Duta Batik Jawa Barat pun rutin digelar secara berkala untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat yang siap menjadi wajah baru pelestari budaya.
Bagi Anda generasi muda yang memiliki passion di bidang budaya dan ingin menjadi bagian dari sejarah perjalanan batik Pasundan, inilah saatnya menunjukkan kontribusi nyata. Ikuti dan daftarkan diri Anda dalam ajang Pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2026! Jadilah ikon kebanggaan yang menginspirasi anak muda lainnya untuk bangga melestarikan dan mengenakan batik Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....