Maraknya Aksi Begal, Wali Kota Bandung: Penguatan Keamanan Dengan Polrestabes
- 20 Jul 2026 09:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Maraknya aksi kejahatan jalanan, khususnya begal, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial membuat rasa aman masyarakat Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan akan menggelar rapat khusus bersama Kapolrestabes Bandung untuk membahas penguatan keamanan dan dukungan operasional bagi kepolisian.
Farhan mengatakan, berdasarkan paparan Kapolrestabes, angka kriminalitas di Kota Bandung secara statistik sebenarnya mengalami penurunan. Namun, menurutnya, persoalan utama saat ini bukan hanya soal data, melainkan bagaimana masyarakat benar-benar merasakan keamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Kalau dari paparan Pak Kapolres, tingkat kriminalitas di Kota Bandung sebetulnya sudah jauh menurun. Tetapi sekarang persoalannya bukan lagi soal angka statistik, melainkan soal rasa aman masyarakat," ujar Farhan usai apel pagi di Balai Kota Bandung, Senin 20 Juli 2026.
Ia mengakui jajaran kepolisian telah bekerja keras melalui patroli dan berbagai upaya pencegahan kejahatan. Meski demikian, Farhan menilai masih diperlukan dukungan, terutama terkait sarana dan prasarana operasional yang dinilai sudah perlu diperbarui.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk mengetahui bentuk dukungan yang dapat diberikan agar tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
"Kami akan berdiskusi dengan Pak Kapolres untuk mengetahui apa yang bisa kami dukung secara operasional, sehingga kepolisian dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik," katanya.
Selain membahas aspek operasional, Farhan juga menyoroti pentingnya membangun solidaritas masyarakat melalui program Warga Jaga Warga. Menurutnya, muncul anggapan bahwa menjaga keamanan sepenuhnya merupakan tanggung jawab aparat perlu diluruskan.
Ia menegaskan, program Warga Jaga Warga bukan berarti mengalihkan tugas kepolisian kepada masyarakat, melainkan membangun kepedulian dan semangat gotong royong antarwarga dalam menciptakan lingkungan yang aman.
"Saya memahami aparat pemerintah dan kepolisian memang harus menjalankan tugasnya. Namun, prinsip Warga Jaga Warga adalah membangun solidaritas dan gotong royong. Jangan sampai muncul sikap individualistis yang justru melemahkan kepedulian antarwarga," ucapnya.
Farhan menambahkan, nilai gotong royong merupakan bagian dari jati diri bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing sembari tetap mendukung aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya.
Menurutnya, terdapat dua hal yang harus berjalan beriringan, yakni penguatan dukungan operasional bagi aparat keamanan dan penguatan kesadaran masyarakat untuk saling menjaga lingkungan.
"Jadi ada dua isu yang berbeda, yaitu isu operasional dan isu ideologis. Keduanya harus berjalan bersama agar rasa aman masyarakat benar-benar terwujud," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....