Pengembangan Program UPLAND di Garut Hasilkan Kentang Berkualitas

  • 18 Jul 2026 21:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) mengevaluasi pelaksanaan Program UPLAND di Kabupaten Garut yang dinilai berhasil dalam pengembangan komoditas kentang. Country Director* IFAD Indonesia, Hani Elsadani, menyampaikan, program UPLAND yang dimulai sejak 2019 menunjukkan perkembangan yang sangat baik sejak 2022.

Ia mengatakan, Dari 14 kabupaten pelaksana di Indonesia, Kabupaten Garut dinilai memiliki capaian yang sangat baik hingga memperoleh perpanjangan hibah daerah fase kedua untuk periode 2025–2026.

" Dari belasan kabupaten di Indonesia, kabupaten Garut dinilai memiliki capaian yang sangat baik hingga memperoleh perpanjangan hibah daerah fase kedua untuk periode 2025–2026," katanya.

Ia menyampaikan, Insfratruktur salah satu yang menjadi fokus dalam pengembangan UPLAND dalam rangka memajukan sektor pertanian. "Salah satunya adalah infrastruktur karena kita ingin membangun pertanian, melihat apa yang bisa dikembangkan, kemudian potensinya seperti apa, dan kalau sudah berhasil menjadi sub modal yang sukses bisa direcover atau bisa diambil alih oleh pemerintah untuk di-scalling up sehingga bisa lebih berkelanjutan lagi," katanya.

Hal senada disampaikan Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND, Muhammad Ikhwan. Ia menjelaskan Kabupaten Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi karena dinilai mampu mewakili keberhasilan pencapaian tujuan Program UPLAND. "

"Garut dipilih menjadi salah satu daerah yang mampu mengembangkan UPLAND," katanya.

Ia mengatakan, karena dinilai memiliki paket lengkap dan bisa mewakili sisi keberhasilan manfaat pencapaian tujuan daripada program tersebut, maka pihaknya memilih Kabupaten Garut sebagai pengembangan projek tersebut.

"Kenapa Garut? Karena dianggap yang bisa mewakili sisi keberhasilan manfaat pencapaian tujuan daripada program. Dan juga Garut ini, paketnya lengkap yang diterima oleh kabupaten dari projek ini. Karena dari 14 kabupaten tidak seluruhnya mengambil paket lengkap pak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....