Pengangguran di Kota Bandung Dekati 100 Ribu Orang, Pemkot; Belum Lagi Ancaman PHK

  • 15 Jul 2026 12:29 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bandung mencapai 7,24 persen atau sekitar 100 ribu orang dari total angkatan kerja, menjadi tantangan utama ketenagakerjaan.
  • Wali Kota Farhan menekankan perlunya menciptakan iklim usaha yang sehat dan kepastian hukum untuk menarik investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
  • Sektor pendidikan menjadi peluang investasi terbesar di Bandung, diperkuat dengan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk meningkatkan aksesibilitas.
  • Rembuk Kota 2026 mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan elemen masyarakat untuk mencari solusi ketenagakerjaan bersama.

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang masih membayangi daerah. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bandung tercatat masih berada di angka 7,24 persen atau mendekati 100 ribu orang dari total angkatan kerja.

‎‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, selain tingginya angka pengangguran, Kota Bandung juga menghadapi ancaman meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

‎"Tingkat pengangguran terbuka kita masih cukup tinggi, yaitu 7,24 persen dari jumlah angkatan kerja. Di saat yang bersamaan, kita juga harus menghadapi kenyataan bahwa tingkat PHK di Kota Bandung juga cukup tinggi," ujar Farhan usai memberikan sambutan pada Kegiatan Rembuk Kota 2026 bertema "Menjaga Ketenagakerjaan di Tengah Gejolak, Respons Kota Bandung terhadap Krisis Nilai Tukar, Tarif Global, dan Ancaman Badai PHK" di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu 15 Juli 2026.

‎‎Farhan menjelaskan, regulasi ketenagakerjaan sebenarnya telah memberikan perlindungan bagi pekerja. Menurutnya, perusahaan tidak bisa dengan mudah melakukan PHK karena terdapat kewajiban yang harus dipenuhi, termasuk pembayaran pesangon.

‎‎"Kalau seorang pengusaha tidak bisa memenuhi kewajiban membayar pesangon, ada konsekuensi hukum yang tidak ringan. Jadi sebenarnya ada banyak aturan yang tidak memudahkan perusahaan melakukan PHK," katanya.

‎‎Meski demikian, Farhan menilai upaya paling efektif untuk menjaga ketersediaan lapangan kerja adalah dengan menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif.

‎‎Menurutnya, kemudahan berusaha (ease of doing business) serta kepastian hukum menjadi faktor penting agar investasi terus masuk ke Kota Bandung dan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja.

‎"Satu-satunya kunci untuk memastikan lapangan pekerjaan tetap tersedia di Kota Bandung adalah menyehatkan iklim usaha. Kemudahan berusaha harus semakin baik dan kepastian hukum juga harus benar-benar terjamin," ucapnya.

‎‎Farhan menambahkan, salah satu sektor yang memiliki peluang investasi besar di Kota Bandung saat ini adalah dunia pendidikan. Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan menarik lebih banyak pelajar maupun mahasiswa dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan di Kota Bandung.

‎‎"Peluang investasi terbesar sekarang adalah sektor pendidikan. Kota Bandung sudah mendapatkan reaktivasi Bandara Husein. Mudah-mudahan ini bisa menarik lebih banyak orang untuk bersekolah dan kuliah di Kota Bandung," ucapnya.

‎‎Pada kesempatan tersebut, Farhan juga menyampaikan bahwa Rembuk Kota merupakan agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat untuk membahas isu-isu strategis ketenagakerjaan.

‎‎"Alhamdulillah hari ini kita kembali menggelar Rembuk Kota untuk kedua kalinya. Seluruh pemangku kepentingan dari dunia usaha dan masyarakat berkumpul untuk berdiskusi mencari solusi terhadap persoalan ketenagakerjaan di Kota Bandung," katanya.

‎Ia mengungkapkan, meski target investasi Kota Bandung tahun 2026 mencapai Rp12 triliun, tingginya arus pencari kerja dari luar daerah juga menjadi tantangan tersendiri dalam menekan angka pengangguran.

‎"Walaupun investasi kita cukup tinggi dengan target Rp12 triliun tahun ini, jumlah masyarakat dari luar Kota Bandung yang datang untuk mencari pekerjaan juga tinggi. Karena itu kami berharap seluruh stakeholder dapat memberikan masukan dan solusi yang konstruktif agar persoalan ketenagakerjaan ini bisa ditangani bersama," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....