Bunda PAUD Subang Dorong Sukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
- 14 Jul 2026 20:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy, membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah TK/PAUD Yos Sudarso Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Subang, Selasa 14 Juni 2026. Kegiatan MPLS selama lima hari ini, diikuti 72 peserta didik baru yang terdiri dari 14 siswa Kelompok Bermain, 22 siswa TK A, dan 36 siswa TK B.
“MPLS menjadi langkah awal, agar anak-anak dapat beradaptasi, mengenal lingkungan sekolah, dan merasa nyaman belajar,” ujar Ega Anjani Reynaldy.
MPLS tahun ini mengusung tema, "Learning with Fun, Learning by Doing". Pendekatan belajar melalui praktik langsung, dan suasana menyenangkan diterapkan, agar anak lebih mudah beradaptasi dengan fasilitas, tata tertib, dan budaya sekolah.
“Kami ingin proses belajar di usia dini, dimulai dengan keceriaan, bukan tekanan. Anak belajar sambil bermain dan melakukan langsung,” jelasnya.
Pembukaan MPLS disambut antusias oleh peserta didik, orang tua, dan tenaga pendidik. Kegiatan dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat bersama di halaman sekolah, sebagai pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini.
“Hari ini kita awali dengan bergerak bersama. Tujuannya menumbuhkan semangat, kebersamaan, dan kebiasaan baik Anak Indonesia,” paparnya.
Pada jenjang PAUD, pengenalan lingkungan juga diintegrasikan dengan pembentukan karakter. Pendidikan tidak hanya berfokus pada calistung, tetapi juga kemandirian, kemampuan bersosialisasi, kreativitas, dan kesiapan memasuki jenjang SD.
“Usia dini adalah golden age. Pada masa ini fondasi karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial anak dibangun untuk masa depannya,” ungkap Bunda PAUD.
Ega Anjani mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Subang, menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Setiap anak diharapkan mengikuti PAUD atau TK sebelum masuk SD, agar memiliki pondasi kuat.
“Saya mengajak orang tua memastikan anak mengikuti PAUD atau TK. Pendidikan prasekolah adalah fondasi penting bagi masa depan anak,” tegasnya.
Bunda PAUD juga meluruskan terkait lembaga kursus. Menurutnya, Bimba dapat berjalan sebagai kegiatan tambahan, namun tidak menggantikan layanan PAUD, atau TK yang terdaftar di Dapodik.
“Bimba bukan pengganti TK atau PAUD. Anak tetap harus sekolah di PAUD atau TK, dan Bimba bisa dijalankan di luar jam sekolah, sebagai tambahan sesuai arahan pemerintah pusat dan daerah,” imbuhnya.
Melalui MPLS yang ramah anak, Bunda PAUD berharap lahir generasi Subang yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Ia berpesan, agar orang tua menjadi mitra sekolah dengan mendampingi tumbuh kembang anak, dan membangun komunikasi baik dengan guru.
“Dampingi anak, dengar cerita mereka, dan jalin komunikasi dengan guru. Kolaborasi keluarga dan sekolah adalah kunci lahirnya generasi Subang yang berakhlak mulia,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....