Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda Bersama YBJB Melalui Duta Batik 2026
- 14 Jul 2026 19:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Penetapan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009 merupakan sebuah kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia. Namun, predikat tersebut membawa konsekuensi logis berupa tanggung jawab besar bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestariannya.
Menyikapi hal tersebut, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) bergerak cepat mendorong keterlibatan generasi muda. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menggelar ajang Pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2026 sebagai motor regenerasi dan edukasi di kalangan perajin maupun pencinta batik usia muda.
Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Ramania, menegaskan bahwa salah satu tugas utama Duta Batik nantinya adalah meluruskan pemahaman keliru di masyarakat mengenai esensi dari batik itu sendiri. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara batik asli dan komoditas tekstil biasa.
"Yang namanya batik tuh apa sih? Itu aja orang belum semuanya tahu. Sehingga orang pikir printing itu juga batik, padahal printing itu adalah tekstil, sablonan yang bermotif batik. Tapi yang dinamakan batik itu sendiri adalah teknik yang menggunakan pembuatannya dengan lilin panas. Jadi lilin atau malam yang panas, yang dicanting cap, canting tulis, atau kombinasi batik cap dan batik tulis. Hanya itu saja gitu yang dikatakan batik," ujar Sendy Ramania, Selasa 14 Juli 2026.
Melalui Duta Batik Jawa Barat 2026, YBJB ingin mematahkan stigma bahwa batik adalah pakaian formal yang kaku. Generasi muda didorong untuk lebih kreatif merekayasa kain batik menjadi berbagai desain kasual seperti outer atau cape, bahkan mengaplikasikannya pada produk gaya hidup lain seperti tas dan sepatu.

Menjawab Tantangan Krisis Perajin dan Ancaman Gulung Tikar
Langkah regenerasi lewat jalur Duta Batik ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi industri batik daerah yang mulai rapuh. Sendy membeberkan bahwa tidak sedikit perajin batik di Jawa Barat yang mulai kolaps dan gulung tikar akibat ketiadaan generasi penerus yang mau menekuni profesi ini. Imbasnya, beberapa motif khas daerah justru terancam diproduksi di luar wilayah Jawa Barat.
"Jangan nanti motif Cirebon dibikin atau motif Subang dibikinnya di Pekalongan gitu, karena udah enggak ada regenerasi. Makanya Pak Gubernur minta kita bikin kurikulum modul untuk membatik di SD, SMP, SMA. Jadi muatan lokal di daerah-daerah pembatikan itu. Itu salah satu bentuk mereka bisa tersaring menjadi regenerasi batiknya itu ada," kata Sendy menambahkan.
Selain melakukan intervensi melalui jalur pendidikan formal, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat juga berkomitmen untuk menyerap produk lokal dengan membeli batik-batik hasil karya perajin agar roda produksi di daerah tetap berputar.
Edukasi Total Melalui Sinema dan Literasi di Gedung Sate
Puncak dari gerakan pelestarian dan pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2026 ini akan dikemas secara megah dalam rangkaian Jambore Batik Jawa Barat 2026. Berbagai program edukasi berbasis hulu ke hilir telah disiapkan, salah satunya adalah peluncuran film dokumenter ilmiah yang digarap secara kolaboratif bersama Djarum Foundation Bakti Budaya guna memetakan geliat daerah pembatikan lama dan baru di Jawa Barat.
Tidak hanya layar perak, YBJB juga siap merilis buku pemetaan batik Jawa Barat yang komprehensif sebagai panduan literasi bagi publik yang belum mengetahui kekayaan sebaran motif di tanah pasundan. Rangkaian pameran UKM pun akan memadati Golden Flower Hotel selama dua hari penuh untuk memfasilitasi transaksi langsung para perajin.
Kemeriahan pesta budaya ini nantinya akan ditutup dengan Malam Final Pemilihan Duta Batik Jawa Barat 2026 serta jamuan makan malam bersama Gubernur Jawa Barat secara terbuka di halaman Gedung Sate Bandung, disusul dengan sesi pembekalan materi bahan baku dan kiat sukses wirausaha pada keesokan harinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....