Cegah Radikalisme Digital, Ikhsan Ajak Mahasiswa UNIKOM Jadi Pemersatu Bangsa
- 13 Jul 2026 21:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Tantangan generasi muda di era disrupsi informasi kian kompleks. Bergeraknya arus informasi yang lebih cepat daripada kemampuan memverifikasinya, menuntut mahasiswa untuk tidak sekadar cerdas secara intelektual, melainkan juga kokoh secara karakter dan nasionalisme.
Fenomena inilah yang melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung menggelar kegiatan Character Building bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Manajemen Informatika. Acara ini mengusung tema "Menjadi Generasi Tangguh, Adaptif, dan Berkarakter Tanpa Kehilangan Nilai Kebangsaan di Tengah Ketidakpastian Zaman".
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua KNPI Kota Bandung Bidang Kesejahteraan Sosial, Ikhsan Maulana, Di hadirkan sebagai narasumber untuk membahas, “Wawasan Kebangsaan Di Era Digital Membangun Mahasiswa Yang Berkarakter, Kritis, Dan Berdaya Saing Global Berlandaskan Nilai-Nilai Kebangsaan”
Dalam materinya ia menegaskan bahwa wawasan kebangsaan harus menjadi landasan utama bertindak bagi generasi digital agar tidak tergerus dampak negatif globalisasi.
"Wawasan kebangsaan itu bukan sekadar materi seminar, melainkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ikhsan Maulana Senin 13 Juli 2026. Menurutnya, kesadaran akan persatuan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya adalah benteng terakhir pertahanan bangsa.
Lebih lanjut, Ikhsan menguraikan bahwa globalisasi membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan dampak positif berupa perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi digital, namun di sisi lain menyimpan ancaman laten seperti merebaknya individualisme, radikalisme, intoleransi, hingga lunturnya identitas bangsa.
Ia juga menyoroti maraknya ancaman digital, mulai dari hoaks, disinformasi, polarisasi sosial, hingga radikalisme digital. Mahasiswa sebagai Agent of Change dan Social Control dituntut memiliki empat pilar kecakapan digital, yakni Digital Literacy, Critical Thinking, Digital Ethics, dan Digital Citizenship.
"Di era digital ini, pesannya jelas. Jangan menjadi penyebar hoaks, jadilah penyebar solusi. Jangan menjadi provokator, jadilah pemersatu bangsa. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah pencipta perubahan melalui teknologi itu sendiri," tegas Ikhsan.
Ikhsan yang juga seorang akademisi di Universitas Pasundan Bandung dan praktisi sosial ini mengingatkan bahwa bela negara bagi mahasiswa saat ini tidak lagi berarti mengangkat senjata. Implementasi nyata bisa diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, bijak bermedia sosial dengan melawan ujaran kebencian, serta aktif berkontribusi nyata membantu masyarakat dan UMKM.
Wakil Ketua KNPI Kota Bandung ini menekankan bahwa masa depan Indonesia menjadi negara maju sangat ditentukan oleh kualitas manusianya, bukan sekadar kekayaan alam semata. Karakter kebangsaan yang kuat akan menjadi kompas bagi mahasiswa Sistem Informasi dan Manajemen Informatika UNIKOM dalam menakhodai ketidakpastian zaman menuju Indonesia Emas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....