Sinergi KPID Jabar dan Pramuka: Lahirkan Generasi Muda Melek Media
- 11 Jul 2026 10:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat terus memperluas jaringan pengawasan semesta guna mengawal ruang digital dan penyiaran yang sehat. Kali ini, generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat dibidik untuk menjadi garda terdepan sebagai agen perubahan sekaligus pengawas aktif konten siaran.
Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Gerakan Kwarda Pramuka Jabar bukan sekadar formalitas. Karakter disiplin dan semangat pengabdian yang tertanam pada anggota Pramuka dinilai menjadi modal besar untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai bahaya laten konten negatif di media sosial.
"Kami melihat potensi luar biasa dari Anggota Kwarda Pramuka Jabar. Kwarda Pramuka Jabar adalah kelompok strategis yang bisa masuk ke berbagai lini masyarakat untuk menyebarkan virus literasi media," ujar Almadina di sela kegiatan Nyemah Atikan Penyiaran bertajuk Beyond Broadcasting: Gen Z Content Trends di Kampus Unjani, Jumat 10 Juli 2026.
Menurut Alma, derasnya arus informasi di era digital saat ini membawa tantangan yang semakin kompleks. Jika tidak dibekali dengan kemampuan memilah informasi, generasi muda rentan terpapar konten negatif seperti hoaks, radikalisme, hingga tayangan yang tidak sesuai dengan norma kelayakan, terkhusus masalah Pancagatra dan psikologi
Oleh karena itu, KPID Jabar mendorong anggota Kwarda Pramuka tidak hanya menjadi konsumen media yang cerdas, tetapi juga ikut mengawasi jalannya penyiaran dan ikut serta menjadi Duta Literasi digital. Jika menemukan pelanggaran atau konten yang merusak di layar kaca maupun ruang siber, mereka diharapkan berani bersuara dan melaporkannya melalui saluran resmi yang tersedia.
"Kwarda Pramuka Jabar harus menjadi agen perubahan. Tolong bantu kami mengedukasi lingkungan sekitar, mulai dari keluarga dan teman sebaya, tentang bahayanya konten negatif di media sosial yang bisa merusak mental bangsa," ucap Almadina menambahkan.
Langkah preventif ini disambut baik oleh Anggota Kwarda Pramuka Jawa Barat. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang melek media (media literate), yang mampu membedakan antara informasi yang bermanfaat dan informasi yang menyesatkan.
Melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan, KPID Jabar optimis ketahanan informasi masyarakat di tataran akar rumput akan semakin kuat. Dengan keterlibatan aktif Pramuka, pengawasan terhadap konten siaran di Jawa Barat tidak lagi bertumpu pada lembaga regulasi saja, melainkan menjadi gerakan bersama demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....