Asia Africa Festival 2026 Hadir dengan Beragam Pembaruan

  • 11 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadirkan sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan Asia Africa Festival (AAF) 2026 yang digelar pada Sabtu 11 Juli 2026. Selain mempertahankan agenda utama berupa karnaval budaya internasional, penyelenggaraan tahun ini juga dilengkapi berbagai kegiatan baru yang tidak terdapat pada AAF tahun sebelumnya.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan setiap penyelenggaraan AAF terus dievaluasi agar memberikan pengalaman yang lebih baik sekaligus memperkuat posisi Kota Bandung sebagai kota bersejarah bagi negara-negara Asia dan Afrika.

‎"Ya, ada yang sama dan ada yang berbeda. Yang berbeda itu seperti beberapa kegiatan, talk show, kemudian pameran juga ada beberapa perbedaan," ujar Iskandar di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu 11 Juli 2026.

‎Menurutnya, sejumlah tema yang diangkat pada AAF 2026 juga disesuaikan dengan perkembangan isu global. Salah satunya adalah kehadiran agenda yang berkaitan dengan Palestina, yang sebelumnya belum pernah dimasukkan dalam rangkaian kegiatan festival.

‎"Termasuk ada beberapa yang terkait dengan Palestina, waktu itu belum ada," katanya.


‎Iskandar menegaskan, Asia Africa Festival bukan hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang lahir di Kota Bandung pada 1955. Semangat solidaritas, perdamaian, dan kerja sama antarbangsa itu diharapkan terus hidup melalui penyelenggaraan festival setiap tahun.

‎Ia menambahkan, Pemkot Bandung juga terus memanfaatkan penyelenggaraan AAF sebagai bagian dari upaya memperjuangkan Gedung Merdeka agar diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan festival akan semakin memperkuat nilai sejarah dan pentingnya Gedung Merdeka di mata masyarakat internasional.

‎"Harapannya, kita sedang menyuarakan Gedung Merdeka untuk menjadi warisan dunia di UNESCO. Mudah-mudahan dengan setiap tahunnya acara ini terus diselenggarakan, kita bisa terus menyuarakan bahwa Konferensi Asia Afrika adalah peristiwa yang penting, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Sehingga Gedung Merdeka bisa menjadi warisan budaya UNESCO," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....