Cegah Kriminalitas, Pemkot Bandung Gencarkan Siskamling dan Patroli Malam
- 09 Jul 2026 19:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin mengintensifkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan memperkuat Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pengaktifan kembali siskamling menjadi strategi utama untuk menekan angka kriminalitas sekaligus meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Farhan bersama jajaran Pemkot Bandung akan turun langsung melakukan patroli rutin setiap hari Minggu mulai pukul 02.00 WIB. Patroli dini hari itu akan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminal sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
"Mulai jam dua pagi kami akan keliling. Ini bagian dari siskamling. Siskamling adalah kuncinya," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis 9 Juli 2026.
Farhan menilai, menciptakan keamanan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga lingkungan melalui semangat Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota.
Ia mengatakan, keberadaan Satgas Anti Premanisme yang telah dibentuk Pemkot Bandung sejauh ini menunjukkan hasil yang positif. Terungkapnya sejumlah kasus begal dalam beberapa waktu terakhir justru menjadi indikasi bahwa jaringan pelaku mulai berhasil diungkap oleh aparat.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pemberantasan kriminalitas akan semakin optimal apabila seluruh warga ikut menghidupkan kembali kegiatan siskamling di lingkungan masing-masing.
"Kita tidak boleh terus-menerus hanya menggantungkan diri kepada aparat hukum. Masyarakat harus turun menjaga kota kita dari berbagai penyimpangan kriminalitas," katanya.
Untuk memperkuat pengawasan, Pemkot Bandung juga telah memetakan sejumlah kawasan yang dinilai rawan kejahatan, khususnya wilayah perbatasan kota yang kerap dimanfaatkan pelaku sebagai jalur keluar setelah melakukan aksi kriminal.
Pengawasan tersebut dibagi ke dalam lima zona, yakni Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Tengah, Bandung Selatan, dan Bandung Utara. Melalui pembagian zona ini, koordinasi antarpetugas diharapkan menjadi lebih efektif dalam melakukan patroli maupun penanganan kejadian di lapangan.
Selain fokus pada upaya pencegahan, Pemkot Bandung juga memastikan korban tindak begal akan mendapatkan perlindungan dan bantuan, termasuk pelayanan kesehatan. Farhan menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kepada korban tanpa pengecualian.
"Semua korban begal akan mendapatkan bantuan. Untuk perawatan kesehatan tidak boleh ada fasilitas kesehatan yang menolak pasien," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....