Disnakertrans Subang Petakan Kebutuhan SDM Perusahaan Kendaraan Listrik

  • 09 Jul 2026 14:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang mulai merancang solusi mencetak sumber daya manusia, sesuai kebutuhan industri. Hal tersebut dilakukan, menyusul adanya dua perusahaan kendaraan listrik besar yakni PT Vinfast dan BYD.

Langkah awalnya adalah, membangun kerja sama dengan perusahaan, untuk memetakan jenis tenaga kerja yang diperlukan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang Rona Mairansyah.

"Kami mulai berpikir mencari solusi, bagaimana mencetak sumber daya manusia calon pencari kerja yang dibutuhkan kedua perusahaan tersebut. Pertama, kerja sama dengan perusahaan, untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja, sehingga Pemda Subang dapat mencetak tenaga kerja, yang linier dengan perusahaan," tutur Rona di Subang Kamis 9 Juli 2026.

Dengan pemetaan kebutuhan itu, Disnakertrans akan memiliki gambaran jelas, dalam menyiapkan program pelatihan calon pekerja. Penyusunan anggaran pun diharapkan lebih terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Disnakertrans akan memiliki gambaran ke depan, untuk mencetak SDM calon pekerja yang dibutuhkan kedua perusahaan tersebut. Dari sisi anggaran pun jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan," paparnya.

Rona menekankan, pentingnya efektivitas anggaran pelatihan, agar tidak terulang seperti tahun sebelumnya. Ia mencontohkan pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin yang dilaksanakan, namun tidak ada satupun peserta yang diterima perusahaan.

"Jangan sampai seperti anggaran tahun sebelumnya, yang dialokasikan untuk pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin, tetapi sia-sia dan tidak ada satupun yang diterima oleh pihak perusahaan,"ucap Kadisnakertrans Kabupaten Subang.

Kehadiran dua perusahaan besar PT Vinfast dan BYD dinilai belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja warga Subang. Meskipun banyak warga yang mendaftar, belum ada satupun yang diterima bekerja di kedua perusahaan tersebut.

Hasil klarifikasi ke dua perusahaan, menunjukkan pelamar dari Subang, belum memenuhi kualifikasi dan standar pekerja yang dibutuhkan. Perusahaan menilai kompetensi pelamar, belum sesuai dengan kebutuhan posisi yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....