Januari hingga Juni, 20 Kasus Kebakaran Terjadi di Cimahi
- 08 Jul 2026 11:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi mencatat sebanyak 20 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga 30 Juni 2026. Dari seluruh kejadian tersebut, rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak terbakar dibandingkan gudang maupun lahan kosong.
Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran di Kota Cimahi diperkirakan mengalami peningkatan akibat kondisi cuaca yang semakin panas dan kering. Situasi tersebut membuat Damkar Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi bertambahnya kejadian kebakaran di berbagai wilayah.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh personel dan armada pemadam kebakaran disiagakan selama 24 jam penuh agar mampu merespons laporan masyarakat dengan cepat.
Selain mengoptimalkan pelayanan di Markas Komando wilayah Cimahi Selatan, pos siaga juga dioperasikan di Kecamatan Cimahi Tengah dan Cimahi Utara guna mempercepat waktu tempuh menuju lokasi kejadian.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengungkapkan sebagian besar insiden kebakaran dipicu oleh kelalaian masyarakat serta gangguan pada instalasi listrik.
"Selama semester pertama tahun ini kami menangani 20 kejadian kebakaran, dengan objek yang paling banyak terbakar adalah rumah tinggal, selain gudang dan lahan," ujar Aep, Rabu 8 Juli 2026.
Menurut Aep, tren kebakaran lahan mulai meningkat sejak memasuki musim kemarau. Api umumnya berasal dari aktivitas pembakaran sampah maupun limbah industri rumahan yang ditinggalkan tanpa pengawasan sehingga mudah merambat akibat embusan angin.
"Beberapa kebakaran lahan terjadi karena masyarakat membakar sampah lalu ditinggalkan sehingga api merembet ke lokasi lain," ucapnya.
Damkar Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat cuaca panas dan berangin. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan jumlah kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
“Warga segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran. Pelaporan yang cepat akan mempermudah petugas melakukan penanganan sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....