Nekat Lompat dari Perahu,Pemuda Asal Cimahi Tenggelam di Waduk Saguling

  • 05 Jul 2026 22:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Seorang pemuda asal Kota Cimahi dilaporkan tenggelam di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, setelah nekat melompat dari atas perahu ke perairan yang memiliki kedalaman hampir 30 meter. Korban diduga mengabaikan peringatan dari teman-temannya dan pengemudi perahu yang telah melarangnya berenang di lokasi tersebut.

Korban diketahui bernama Deni Kurniawan (20), warga Jalan Raya Cimindi RT 005 RW 015, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi. Peristiwa nahas itu terjadi di perairan Waduk Saguling, Kampung Cimanglid, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Sabtu 4 Juli 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, mengatakan sebelum kejadian korban tengah berwisata bersama sejumlah rekannya di kawasan Bunker Batujajar. Rombongan kemudian menyewa sebuah perahu untuk menikmati suasana dan berkeliling di kawasan Waduk Saguling.

Saat perahu berada di tengah waduk, korban diduga berniat berenang dengan cara melompat ke dalam air. Rekan-rekannya bersama pengemudi perahu telah berulang kali mengingatkan agar mengurungkan niat tersebut karena kedalaman waduk di lokasi itu diperkirakan mencapai 27 hingga 28 meter.

Meski telah diperingatkan, korban tetap melompat dari atas perahu dengan melakukan salto ke belakang. Sebelum melompat, korban bahkan sempat meminta salah seorang temannya merekam aksinya menggunakan telepon genggam.

Korban sempat muncul ke permukaan beberapa saat setelah masuk ke air sebelum akhirnya tenggelam. Pengemudi perahu berusaha memberikan pertolongan dengan mendekati korban, namun upaya penyelamatan tidak berhasil karena korban panik dan terus meronta.

"Lalu pengemudi perahu mencoba menolong. Rambut korban sempat terpegang, tetapi karena korban panik, pegangan terlepas dan korban kembali tenggelam," kata Iptu Gofur Supangkat, saat dikonfirmasi, Minggu 5 Juli 2026.

Laporan kejadian segera diteruskan kepada aparat kepolisian dan instansi terkait untuk dilakukan proses pencarian. Upaya pencarian sempat dilakukan pada Sabtu malam, namun dihentikan sementara karena kondisi gelap dan jarak pandang yang sangat terbatas.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu pagi dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para relawan. Tim menyisir permukaan waduk menggunakan perahu sekaligus menentukan titik Last Known Position (LKP) sebagai lokasi terakhir korban diduga berada.

Hingga proses pencarian berlangsung, petugas masih menghadapi medan yang cukup berat karena kedalaman Waduk Saguling mencapai puluhan meter. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan penyisiran secara maksimal dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....