Edukasi Dampak Judol dan Pinjol, Polda Jabar Buat Film "Menang untuk Kalah"

  • 03 Jul 2026 12:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Maraknya Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal di masyarakat di Jawa Barat menjadi kekhawatiran berbagai kalangan. Dampak dari Judol dan Pinjol ilegal ini, sangat besar terhadap tatanan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan kondisi tersebut, Kapolda Jawa Barat Komjen Pol.Rudi Setiawan menggandeng berbagai pihak, termasuk para pelaku sineas. Dikatakan Komjen Pol. Rudi Setiawan, penanganan Judol dan Pinjol tersebut tidak hanya dengan penegakan hukum.

Pihaknya ungkap Rudi, kemudian mencoba melakukan upaya edukasi kepada masyarakat dampak negatif Judol dan Pinjol, dengan membuat sebuah film yang berdasarkan kisah dan fakta yang terjadi. Film yang segera tayang di bioskop ini, berjudul Menang untuk Kalah, yang menceritakan kerusakan sosial maupun ekonomi akibat Judol dan Pinjol.

"Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa mengalami kehancuran akibat judi online dan bagaimana tekanan yang dialami korban ketika diteror penagih pinjaman online ilegal. Semua itu merupakan kenyataan yang terjadi di masyarakat,” ujar Komjen Pol. Rudi di Savoy Homan Kota Bandung, Kamis 2 Juli 2026 malam.

Ia juga mengatakan, Judol kini sudah merambah berbagai kalangan dan tidak melihat batasan umur. Praktik mencari keuntungan secara instan ini, dampaknya sangat memperihatinkan.

"Judol bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya bahkan sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Judol sering memberikan kemenangan di awal untuk menarik minat pemain. Tapi, berakhir pada kekalahan, kerugian finansial, sampai kehancuran kehidupan pelakunya," katanya.

Selain itu Rudi juga menyoroti keterkaitan Judol dan Pinjol. Menurut dia, setelah semua harta benda yang dijadikan modal pelaku Judol habis, maka secara langsung mereka akan mengambil Pinjol.

"Setiap orang memiliki keinginan, ketika ingin memenuhi keinginan itu dengan cara instan, sebagian orang menganggap judol sebagai solusi. Saat mengalami kekalahan, mereka kemudian beralih ke pinjaman online, yang akhirnya terjebak dalam lingkaran yang semakin sulit keluar,” kata Rudi.

Komjen Pol Rudi juga mengatakan, berdasarkan data Polda Jabar, banyak konflik sosial yang ditangani kepolisian berkaitan dengan praktik Judol maupun Pinjol ilegal. Karena itu, menurutnya, penanganan kedua persoalan tersebut perlu diimbangi dengan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu Pemprov Jawa Barat mengapresiasi langkah yang diambil Polda Jawa Barat dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait bahaya Judol dan Pinjol. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap masyarakat dapat terbuka matanya terhadap dampak Judol maupun Pinjol.

"Jadi kerugian mereka kalau Judol ataupun Pinjol, bahaya dari Judol dan Pinjol ini seperti apa. Kalau edukasi secara langsung mereka tidak mau dengar, tapi melalui film, musik, ini akan lebih menyentuh dan terlihat oleh mereka sehingga mereka menghentikan apa yang selama ini dilakukan salah dan hentikan sebelum hancur,"ucap Erwan.

Erwan juga mengatakan, film Memang untuk Kalah sarat dengan edukasi bagi masyarakat. Ia pun akan mengajak seluruh ASN untuk menonton film Menang untuk Kalah, mengingat Judol dan Pinjol juga sudah menyusup di kalangan ASN.

Film Menang Untuk Kalah turut dibintangi sejumlah aktor Indonesia, termasuk aktor senior Surya Saputra. Kehadiran para pemeran diharapkan mampu memperkuat penyampaian pesan moral kepada masyarakat mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....