KPU Kota Bandung Tegaskan Komitmen Jaga Akurasi Data Pemilih
- 01 Jul 2026 19:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menegaskan komitmennya menjaga akurasi dan validitas daftar pemilih melalui kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar, menyampaikan bahwa pemutakhiran ini menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berintegritas.
“Data pemilih harus selalu mutakhir agar setiap tahapan pemilu berjalan dengan baik dan transparan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Rabu 1 Juli 2026. Berdasarkan hasil PDPB Triwulan II Tahun 2026, jumlah pemilih aktif di Kota Bandung tercatat sebanyak 1.948.739 orang.
Dari jumlah tersebut, 962.303 adalah laki-laki dan 986.438 perempuan. Terdapat 19.580 pemilih baru yang memenuhi syarat, sementara 10.235 pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) setelah dilakukan pencermatan sesuai ketentuan.
Jika dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2026, jumlah pemilih aktif mengalami kenaikan sebesar 9.345 orang atau 0,48 persen. “Kenaikan ini menunjukkan dinamika kependudukan yang terus bergerak, sehingga pemutakhiran data menjadi keharusan,” kata Khoirul Anam.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas data, KPU Kota Bandung juga melaksanakan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) terhadap 250 data pemilih. Dari jumlah tersebut, 23 pemilih berusia di atas 100 tahun diverifikasi keberadaannya, 142 pemilih ditemukan tidak padan dengan data kependudukan, dan 85 pemilih tercatat pindah datang.
“Coktas ini penting untuk memastikan setiap data memiliki dasar dan bukti yang valid,” jelasnya. Namun, proses verifikasi lapangan tidak lepas dari kendala. Khoirul Anam mengungkapkan, rendahnya pelaporan administrasi kependudukan terkait kematian menjadi salah satu hambatan.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengurus dokumen kependudukan ketika ada anggota keluarga meninggal, sehingga data tersebut masih tercatat sebagai pemilih,” tuturnya. Selain itu, perbedaan data kependudukan dengan identitas pemilih, seperti nama dan alamat, juga memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Situasi wilayah yang belum kondusif di beberapa area, seperti Kelurahan Sukahaji dan Kecamatan Sukajadi, turut memengaruhi pelaksanaan verifikasi. “Petugas belum bisa optimal di wilayah tersebut, sehingga akan dijadwalkan kembali setelah kondisi memungkinkan,” tambahnya.
KPU Kota Bandung mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung, Disdukcapil, Bawaslu, serta masyarakat dalam menjaga kualitas data pemilih. Khoirul Anam mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan perubahan data kependudukan. “Partisipasi masyarakat sangat penting, baik terkait pindah domisili, perubahan status, maupun pelaporan kematian,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....