Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah
- 01 Jul 2026 13:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini menghadapi pembatasan kuota, sekaligus mengatasi timbulan sampah di Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.511 ton per hari.
Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Syahriani, mengatakan pembatasan kuota di TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Menurutnya, pola lama yang mengandalkan sistem "kumpul, angkut, buang" sudah tidak lagi mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.
"Pembatasan kuota TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan. Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama 'kumpul, angkut, buang'. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan," ujar Syahriani, Rabu.1 Juli 2026.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Pemkot Bandung saat ini tengah menginventarisasi calon lokasi pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah yang akan tersebar di berbagai wilayah. Program ini dirancang agar fasilitas pengolahan sampah berada lebih dekat dengan masyarakat, sehingga proses pengurangan sampah dapat dilakukan langsung dari sumbernya.
Pembangunan fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan bantuan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang saat ini masih dalam tahap uji coba efektivitas. Selain itu, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) juga berencana memberikan bantuan mesin pengolahan sampah untuk mendukung program tersebut.
Menurut Syahriani, pembangunan ratusan titik pengolahan sampah bukan hanya sekadar menambah infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
"Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA," katanya.
Melalui penambahan fasilitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan sampah antara 125 hingga 250 ton per hari. Capaian ini diharapkan dapat memperpanjang umur layanan TPA Sarimukti sekaligus mengurangi risiko penumpukan sampah akibat keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir.
Untuk mencapai target tersebut, DLH menerapkan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Sampah organik akan diolah menjadi kompos maupun melalui teknologi pengolahan organik lainnya. Sementara itu, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi akan disalurkan melalui bank sampah dan mitra daur ulang. Adapun sampah anorganik bernilai rendah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif menggunakan teknologi RDF.
"Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....