SDN 001 Merdeka, Sekolah Tertua di Bandung yang Tetap Berdiri Kokoh

  • 30 Jun 2026 18:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah modernisasi kawasan pusat Kota Bandung, masih berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang dunia pendidikan. Bangunan tersebut adalah SD Negeri 001 Merdeka yang berada di Jalan Merdeka, sekolah dasar tertua di Kota Bandung yang telah berdiri sejak tahun 1884 dan hingga kini masih difungsikan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

Meski usianya telah melampaui satu abad, bangunan utama sekolah tetap mempertahankan bentuk arsitektur aslinya. Hanya beberapa bagian seperti atap, plafon, dan lapisan cat yang diperbarui secara berkala sebagai bagian dari perawatan rutin. Sementara itu, struktur bangunan, pintu, jendela, hingga sebagian besar material kayu tetap dipertahankan seperti saat pertama kali dibangun pada masa Hindia Belanda.

Humas SDN 001 Merdeka, Firman Mauluddin, mengatakan berdasarkan literatur sejarah yang dimiliki sekolah, gedung tersebut dibangun pada 1884. Pada masa kolonial Belanda, bangunan itu digunakan sebagai tempat belajar anak-anak Belanda pada pagi hari, sedangkan pada sore harinya dimanfaatkan oleh anak-anak pribumi dari kalangan priyayi.

"Bangunan atau gedung yang sekarang menjadi SD Negeri 001 Merdeka ini menurut sejarah yang tertulis dibangun tahun 1884. Konon digunakan sebagai tempat bersekolah anak-anak Belanda, sedangkan sore harinya digunakan anak-anak pribumi dari kaum priyayi,” ujar Firman saat ditemui di SDN 001 Merdeka, Selasa, 30 Juni 2026.

Firman menjelaskan, bangunan yang kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya itu memiliki lima ruang kelas berukuran sekitar 64 meter persegi. Seluruh ruangan dirancang dengan langit-langit setinggi empat hingga lima meter sehingga sirkulasi udara tetap terasa sejuk meski tanpa bantuan pendingin ruangan.

Menurutnya, kualitas konstruksi bangunan peninggalan Belanda menjadi salah satu alasan gedung tersebut mampu bertahan hingga sekarang.

Ia menambahkan, hampir seluruh kusen, pintu, dan rangka bangunan menggunakan kayu jati berkualitas tinggi yang masih dalam kondisi sangat baik. Bahkan, material kayu tersebut belum mengalami kerusakan akibat rayap meskipun telah berusia lebih dari 140 tahun.

"Bangunan Belanda itu pintunya tinggi, kayunya jati semua dan ini masih asli. Tidak kena rayap. Kalau diganti pasti akan kelihatan jenis kayunya berbeda,” katanya.

Seiring berkembangnya kebutuhan pendidikan, fungsi bangunan lama pun mengalami sejumlah penyesuaian. Dari lima ruang kelas yang dahulu digunakan seluruhnya untuk kegiatan belajar mengajar, kini sebagian dialihfungsikan menjadi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru sekaligus ruang rapat. Hanya satu ruang di bangunan bersejarah tersebut yang hingga kini masih difungsikan sebagai ruang kelas.

Firman juga mengungkapkan kompleks sekolah ini sebelumnya dihuni oleh enam sekolah dasar berbeda, yakni SDN Merdeka 005 1 hingga 6. Namun sejak kebijakan penggabungan sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota Bandung pada 2017 di masa Wali Kota Ridwan Kamil, seluruh sekolah tersebut dilebur menjadi SD Negeri 001 Merdeka. Saat ini sekolah berdiri di atas lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi dengan total 36 ruang kelas yang sebagian besar merupakan bangunan baru.

Meski telah memiliki gedung-gedung baru, bangunan utama peninggalan tahun 1884 tetap dijaga sebagai identitas sekolah sekaligus warisan sejarah pendidikan Kota Bandung.

Di dalamnya masih tersimpan papan tulis lipat asli yang dahulu digunakan bersama kapur. Kini papan tersebut telah ditutupi papan tulis putih untuk mengurangi debu kapur demi kesehatan siswa. Selain itu, sekolah juga masih menyimpan lonceng tua yang sesekali dibunyikan pada momen-momen tertentu.

Firman menegaskan, hingga saat ini bangunan bersejarah tersebut belum pernah menjalani renovasi besar. Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas mengganti genting yang lapuk, pengecatan, dan pemeliharaan ringan karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya tidak memperbolehkan perubahan terhadap struktur asli gedung.

"Kalau menurut literatur yang saya baca, gedung ini belum pernah dipugar atau direnovasi besar-besaran. Yang pernah dilakukan hanya mengganti genting karena sudah banyak yang lapuk. Struktur bangunannya tetap, karena memang tidak boleh diubah,” jelasnya.

Untuk menjaga kelestarian bangunan, pihak sekolah selama ini mengandalkan anggaran pemeliharaan yang tersedia serta perawatan rutin oleh para petugas sekolah. Firman berharap pemerintah dapat memberikan alokasi dana khusus untuk merawat gedung heritage agar bangunan bersejarah tersebut tetap lestari dan tidak hanya bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Harapan kami ada anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung heritage, bukan hanya melalui dana BOS. Gedung ini merupakan bagian dari sejarah pendidikan Kota Bandung sehingga perlu perhatian khusus agar tetap lestari,” ujarnya.

Selain dukungan anggaran, SDN 001 Merdeka juga berharap adanya kebijakan khusus dalam sistem penerimaan peserta didik baru. Lokasi sekolah yang berada di kawasan perkantoran, hotel, dan pusat kota membuat jumlah penduduk di sekitar sekolah relatif sedikit sehingga berdampak terhadap jumlah calon siswa setiap tahunnya.

"Kami berharap ada kebijakan khusus agar jangkauan penerimaan murid bisa diperluas. Dengan begitu eksistensi SD Negeri 001 Merdeka sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung tetap terjaga dan terus menjadi bagian penting dari sejarah sekaligus masa depan pendidikan di Kota Bandung,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....