Penyaluran Bantuan Pangan Bulan Juli di Cianjur Hanya Berupa Beras
- 30 Jun 2026 19:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur- Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Juli 2026 hanya berupa beras tanpa disertai komoditas Minyakita. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga ketersediaan minyakita di pasaran dan mencegah terjadinya kelangkaan.
Kepala Cabang Perum Bulog Cianjur, Muhammad Azwar Fuad mengatakan, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar 400.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Untuk alokasi bantuan dua bulan sebelumnya setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras, sehingga total beras yang disalurkan mencapai sekitar 8.000 ton.
“Di Kabupaten Cianjur jumlah penerima sekitar 400 ribuan KPM untuk alokasi dua bulan, masing-masing menerima 20 kilogram beras sehingga totalnya sekitar 8.000 ton,”kata Azwar. Selasa 30 Juni 2026.
Ia menambahkan Bulog kembali mendapat instruksi untuk menyiapkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli 2026. Namun, berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan kali ini hanya berupa beras sebanyak 10 kilogram per KPM.
“Untuk alokasi bulan Juli kami sudah diperintahkan kembali menyiapkan bantuan pangan. Namun, hanya satu bulan alokasi, yakni 10 kilogram per KPM. Bedanya tidak ada komoditas Minyakita, hanya beras saja,” ujarnya.
Lebih jelasnya Azwar mengungkapkan, keputusan tersebut diambil karena Minyakita merupakan bagian dari skema Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pasokan dalam negeri bagi perusahaan sawit. Jika terus digunakan untuk bantuan pangan, dikhawatirkan pasokan Minyakita di pasar umum akan berkurang.
“Minyakita itu sebenarnya bagian dari DMO perusahaan sawit. Kalau terus digunakan untuk bantuan pangan, dikhawatirkan stok yang seharusnya dijual untuk masyarakat umum menjadi berkurang dan berpotensi menimbulkan kelangkaan di pasaran,”pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....