Pemkot Bandung Perkuat Laci RW untuk Deteksi Dini Masalah Sosial dan Kriminalitas

  • 29 Jun 2026 15:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat Program Layanan Catatan Informasi (Laci) RW sebagai instrumen pendataan kewilayahan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan sekaligus deteksi dini berbagai persoalan sosial dan potensi tindak kriminal.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan data dalam Laci RW diperbarui secara berkala setiap tiga bulan agar kondisi sosial masyarakat di tingkat RT dan RW dapat terpantau secara akurat.

‎"Setiap tiga bulan kita lakukan update terhadap Layanan Catatan Informasi," ujar Farhan di Bandung, Senin (29/6/2026).

‎Selain memperbarui data kependudukan, Pemkot Bandung saat ini juga tengah melakukan pendataan rumah kontrakan, rumah kos, serta jumlah pintu hunian sewa yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Pendataan tersebut bertujuan untuk mengetahui potensi kontribusi kelompok usia produktif yang datang dan menetap di Kota Bandung.

‎Menurut Farhan, data tersebut juga memiliki fungsi strategis dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan permukiman.

‎"Dengan pendataan itu banyak sekali yang bisa kita deteksi, termasuk berbagai macam bentuk kejahatan. Ada pengedar narkoba, prostitusi terselubung, semuanya," katanya.

‎Ia menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pengurus RT dan RW dalam mengenali kondisi warganya secara langsung. Karena itu, aparat kewilayahan didorong untuk melakukan pendataan secara menyeluruh hingga mendatangi rumah-rumah warga.

‎"Setiap RW dan RT harus betul-betul mengenali warganya, sampai benar-benar mengetuk pintu rumah warga," ucapnya.

‎Farhan menjelaskan, data yang dihimpun melalui Laci RW tidak hanya memuat jumlah penduduk, tetapi juga berbagai indikator sosial dan lingkungan. Di antaranya jumlah rumah yang belum memiliki septic tank, anak yang tidak bersekolah, ibu tunggal, hingga berbagai kondisi sosial lainnya yang menjadi perhatian pemerintah.

‎"Termasuk berapa banyak rumah yang tidak memiliki septic tank, jumlah anak tidak sekolah, jumlah ibu tunggal, dan berbagai data lainnya," ungkapnya.

‎Ia memastikan seluruh data yang tercatat dalam Laci RW telah melalui proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga dapat dijadikan dasar yang valid dalam menyusun kebijakan, program pembangunan, serta penanganan berbagai persoalan sosial di Kota Bandung.

‎"Alhamdulillah datanya sudah diverifikasi oleh BPS dan bisa dipakai," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....