Stigma Masyarakat Masih Jadi Tantangan Utama Penanganan ODGJ Berat di Kota Cimahi
- 29 Jun 2026 12:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Di balik keberhasilan capaian pelayanan kesehatan jiwa, Kota Cimahi masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat. Hambatan tersebut tidak hanya berasal dari aspek medis, tetapi juga dipengaruhi stigma masyarakat dan minimnya dukungan lingkungan terhadap pasien.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi menilai masih banyak keluarga yang terlambat membawa anggota keluarganya berobat karena menganggap gangguan jiwa sebagai aib. Kondisi tersebut menyebabkan pasien baru mendapatkan penanganan saat kondisi kesehatannya telah memburuk.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Reri Marliah, mengatakan keterlambatan pengobatan menjadi salah satu penyebab proses pemulihan pasien berlangsung lebih sulit. Selain itu, tekanan ekonomi serta kelelahan pengasuh juga berdampak terhadap kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.
"Pandangan bahwa gangguan jiwa merupakan aib membuat sebagian keluarga terlambat mencari pertolongan medis, sehingga berisiko memperburuk kondisi pasien," ujar Reri. Senin 29 Juni 2026.
Dinkes juga menemukan masih adanya kecenderungan masyarakat memilih pengobatan alternatif sebelum membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit. Kebiasaan tersebut dinilai membuat kondisi klinis pasien semakin berat ketika akhirnya mendapatkan pemeriksaan medis.
"Masih ada masyarakat yang lebih dahulu membawa pasien ke pengobatan alternatif sebelum ke puskesmas, sehingga kondisi klinis pasien sering kali sudah memburuk saat pertama kali diperiksa tenaga medis," ucapnya.
Selain persoalan pengobatan, rendahnya penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ODGJ berat di lingkungan sekitar juga menjadi perhatian pemerintah. Kurangnya dukungan sosial dinilai dapat menghambat proses rehabilitasi sekaligus meningkatkan risiko kekambuhan pasien.
Reri menegaskan penanganan gangguan kesehatan jiwa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Keterlibatan keluarga, masyarakat, dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk memastikan pasien memperoleh pendampingan secara berkelanjutan.
"Kemandirian masyarakat dalam menerima dan mendukung penderita ODGJ berat masih perlu ditingkatkan, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan gangguan kesehatan jiwa dapat berjalan lebih optimal," katanya.
Dinkes Kota Cimahi berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat mengurangi stigma terhadap ODGJ sekaligus mendorong keluarga untuk segera mencari bantuan medis. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, proses pemulihan pasien diharapkan berlangsung lebih cepat dan mampu menekan angka kekambuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....