Pemkot Padang Kunjungi Kota Bandung Terkait Transportasi, Digitalisasi Parkir

  • 29 Jun 2026 11:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain dalam pengelolaan transportasi perkotaan. Kali ini, Pemerintah Kota Padang melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari berbagai inovasi yang diterapkan Kota Bandung, mulai dari digitalisasi sistem parkir hingga pengembangan transportasi yang terintegrasi.

‎Kunjungan yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Senin 29 Juni 2026, diterima langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Dalam kesempatan tersebut, Farhan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi Kota Bandung sebagai kota metropolitan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

‎Menurut Farhan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung kini hampir menyamai jumlah penduduk. Dari sekitar 2,6 juta penduduk, tercatat terdapat sekitar 2,3 juta kendaraan bermotor, dengan sekitar 1,7 juta unit di antaranya merupakan sepeda motor.

‎Ia menjelaskan, tingginya jumlah kendaraan merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang sempat mencapai sekitar 8 persen sebelum pandemi Covid-19. Kini, seiring pemulihan ekonomi, Pemkot Bandung terus melakukan pembenahan sistem transportasi, termasuk penataan perparkiran agar lebih tertib, efisien, dan berbasis teknologi.

‎"Saat ini kami juga menghadapi tantangan penataan lalu lintas melalui pemasangan separator jalan yang membuat kendaraan tidak lagi dapat parkir di badan jalan. Karena itu kami mendorong pembangunan gedung parkir melalui kerja sama investasi dengan pihak swasta," ujar Farhan, senin 29 Juni 2026.

‎Menurutnya, Pemkot Bandung tengah membuka peluang bagi investor untuk membangun gedung parkir di sejumlah kawasan strategis. Ia berharap setiap pengembangan pusat perbelanjaan, hotel, maupun kawasan komersial turut dilengkapi fasilitas parkir yang memadai sehingga mampu mengurangi praktik parkir di badan jalan yang kerap menjadi penyebab kemacetan.

‎Farhan juga menilai konektivitas Kota Bandung terus mengalami peningkatan. Meningkatnya jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh, rencana kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan domestik dan internasional, serta semakin terhubungnya jaringan jalan tol diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat.

‎Di sisi lain, peningkatan aksesibilitas tersebut juga berdampak pada bertambahnya kebutuhan ruang parkir. Oleh karena itu, menurut Farhan, diperlukan strategi pengelolaan parkir yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan agar mampu mendukung kelancaran transportasi di Kota Bandung.

‎Ia berharap pertemuan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman dan inovasi antardaerah dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan, khususnya di bidang transportasi, perparkiran, dan digitalisasi pelayanan publik.

‎Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan kunjungan kerja ke Kota Bandung bertujuan mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan transportasi massal, sistem perparkiran, hingga digitalisasi layanan publik yang telah diterapkan Pemkot Bandung.

‎Menurutnya, Kota Padang saat ini juga menghadapi tantangan yang hampir serupa, terutama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan transportasi umum dan parkir seiring berkembangnya infrastruktur di Sumatera Barat.

‎"Kami melihat Bandung sudah lebih maju dalam digitalisasi parkir maupun sistem transportasi. Karena itu kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman agar inovasi yang berhasil di Bandung dapat menjadi referensi dan diterapkan di Kota Padang," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....