Gebyar Masak Kuali Besar Perkuat Komitmen Layanan Makan Bergizi Gratis

  • 26 Jun 2026 17:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Suasana Kampus 2 SMP dan SMK Mahardhika di Jalan Raya Batujajar, Kecamatan Batujajar, Jumat 26 Juni 2026, tampak berbeda dari biasanya. Bertepatan dengan pembagian rapor semester, sekolah menggelar Gebyar Masak Kuali Besar yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyediaan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Yayasan Mahardhika dan SPPG Pangauban.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemilik SPPG Pangauban Hendrik Irawan, artis Saipul Jamil, jajaran guru, orang tua siswa, peserta didik, serta tamu undangan lainnya. Demonstrasi memasak dalam skala besar menjadi daya tarik utama acara, di mana para peserta dapat mencicipi langsung menu yang disiapkan sebagai bentuk uji kualitas sebelum layanan dijalankan.

Pemilik SPPG Pangauban Hendrik menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengenalan sekaligus penguatan kemitraan dengan pihak sekolah. Menurutnya, pelaksanaan demo masak dilakukan di luar operasional rutin karena mengikuti ketentuan yang mengatur penghentian sementara layanan selama masa libur sekolah.

"Kegiatan hari ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Mahardhika. Saat ini kami menyiapkan 1.768 porsi makanan, dan setelah kerja sama efektif jumlahnya menjadi sekitar 1.800 porsi dengan target pengembangan hingga 3.000 porsi setiap hari," ujarnya.

Ia menuturkan, layanan tersebut nantinya akan menjangkau lima satuan pendidikan dan tiga Posyandu dengan dukungan satu dapur utama. Pihaknya juga berharap seluruh fasilitas dapur yang digunakan dapat memenuhi standar operasional sehingga pelayanan kepada penerima manfaat berjalan optimal.

Menurutnya, evaluasi terhadap kelayakan dapur tetap menjadi perhatian penting agar seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hingga saat ini, pelaksanaan persiapan disebut berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ia menjelaskan bahwa demonstrasi memasak sengaja dilakukan sebagai tahap uji coba untuk memastikan cita rasa, kualitas, dan standar gizi makanan sebelum program dijalankan secara penuh.

"Ini merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan kerja sama. Alhamdulillah, hampir seluruh peserta yang mencicipi menu memberikan respons positif. Kami menggunakan koki profesional bersertifikat agar kualitas rasa dan kandungan gizi tetap terjaga," kata Hendrik.

Menurut Hendrik, penyediaan makanan bergizi harus mengedepankan kualitas sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, proses pengolahan makanan juga dilakukan secara terbuka sehingga dapat diawasi oleh berbagai pihak sebagai bentuk transparansi.

Berbekal pengalaman di bidang jasa katering, SPPG Pangauban optimistis mampu menangani kebutuhan produksi makanan dalam jumlah besar. Namun demikian, ia menegaskan hanya dapur yang memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang akan digunakan dalam pelaksanaan program.

Menutup sambutannya, Hendrik mengajak seluruh mitra yang terlibat untuk menjaga komitmen dalam menjalankan amanah penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mendukung terciptanya generasi yang sehat, semangat belajar, dan mampu meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....