JPO Terminal Cicaheum Segera Dibongkar, Dukung Pengembangan BRT

  • 26 Jun 2026 15:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan segera membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Terminal Cicaheum. Pembongkaran dilakukan setelah aset tersebut melalui proses penilaian (apraisal) dan dinyatakan sudah tidak layak digunakan.

‎Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan pembongkaran JPO juga menjadi bagian dari penataan kawasan Terminal Cicaheum untuk mendukung pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT).

‎"Memang harus dibongkar karena sudah melalui proses penilaian (apraisal). Selain itu, salah satu alasannya juga untuk mendukung pengembangan BRT. Dari segi konstruksi, JPO tersebut sudah tidak layak dan dapat membahayakan keselamatan pengguna," ujar Rasdian, Jumat 26 Juni 2026.


‎Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan sebelum proses pembongkaran dimulai. Dishub Kota Bandung bersama pihak terkait telah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

‎Menurut Rasdian, proses administrasi juga telah rampung. Aset JPO telah dihapus dari daftar aset pemerintah, dilakukan penilaian, kemudian material hasil pembongkaran akan dilelang. Pemenang lelang pun telah ditetapkan dan tinggal menyelesaikan proses pembayaran sesuai nilai hasil apraisal.

‎"Saya tidak hafal persis nilainya, tetapi sekitar puluhan juta rupiah," katanya.

‎Dalam pelaksanaannya, pembongkaran akan menggunakan dua unit crane agar proses pengangkatan konstruksi dapat dilakukan lebih cepat dan meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas di sekitar Terminal Cicaheum.

‎Dishub juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses pembongkaran berlangsung. Jalur kendaraan dari arah barat maupun timur akan dialihkan sementara menuju area Terminal Cicaheum, kemudian keluar melalui pintu keluar terminal.

‎"Rekayasa sudah dibahas dalam rapat teknis. Jalur akan diatur bertahap. Penutupan jalur hanya sementara, sekitar 20 menit saat proses pengangkatan berlangsung," jelasnya.

‎Rasdian menegaskan, setelah JPO tersebut dibongkar, tidak ada rencana untuk membangun kembali jembatan penyeberangan di lokasi yang sama.

‎"Tidak. Di lokasi tersebut tidak akan dibangun JPO lagi," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....