Terbatas Anggaran, Pemuda Sarimukti Bedah 7 RTLH Secara Swadaya

  • 26 Jun 2026 10:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Keterbatasan anggaran pemerintah dalam menangani rumah tidak layak huni (RTLH) mendorong lahirnya gerakan swadaya masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Melalui Forum Peduli Lingkungan Gerakan Muda Sarimukti (FPL-Garda Sarimukti), sebanyak tujuh rumah warga berhasil direhabilitasi sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026.

Ketua FPL-Garda Sarimukti, Dindin Samsudin, mengatakan gerakan tersebut berawal dari kepedulian para pemuda terhadap kondisi tempat tinggal warga yang memprihatinkan. Bahkan, menurutnya, ada rumah yang telah roboh selama bertahun-tahun dan belum mendapatkan penanganan.

"Kami merasa tidak bisa hanya menjadi penonton. Karena itu kami berinisiatif menggalang kekuatan bersama agar warga yang membutuhkan bisa memiliki rumah yang lebih layak," ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data pemerintah desa, masih terdapat sekitar 120 hingga 150 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat. Jumlah tersebut dinilai sulit ditangani hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah.

Untuk mendukung program tersebut, FPL-Garda Sarimukti menghimpun bantuan dari berbagai pihak, mulai dari pengusaha lokal, pelaku usaha angkutan sampah di kawasan TPA Sarimukti, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Selain itu, forum juga memiliki donatur tetap yang memberikan kontribusi setiap bulan.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan sebagai modal awal pembangunan setelah dianggap mencukupi. Seluruh kegiatan juga mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat.

Sejauh ini, rumah yang telah selesai maupun sedang direhabilitasi merupakan milik Abah Mukna di Kampung Cigalih RW 02, Maman di Kampung Cinagrog RW 12, Ading di RW 03, Neni di RW 05, Wahyu di RW 09, Enem di RW 10, serta Udin di RW 02 yang kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Gerakan sosial tersebut juga mendapat perhatian dari Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bandung Barat, Anni Roslianti. Dindin mengungkapkan, Anni beberapa kali memberikan bantuan material bangunan menggunakan dana pribadinya untuk menutup kekurangan biaya pembangunan.

Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan komitmen yang tidak hanya sebatas menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat.

"Beliau sering membantu material bangunan dari dana pribadi. Itu menjadi motivasi bagi kami karena kepeduliannya diwujudkan melalui tindakan nyata," katanya.

Saat ini, FPL-Garda Sarimukti juga tengah mengurus legalitas organisasi agar dapat memperluas jangkauan program sosial yang dijalankan. Dindin berharap gerakan yang mereka bangun dapat menginspirasi masyarakat di wilayah lain untuk melakukan aksi serupa.

"Kami ingin semakin banyak komunitas yang ikut bergerak membantu masyarakat. Jika dilakukan bersama-sama, persoalan rumah tidak layak huni akan lebih cepat teratasi," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....