Pelepasan 485 mahasiswa UPI Laksanakan KKN di Kabupaten Sumedang

  • 25 Jun 2026 20:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang – Sebanyak 485 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Sumedang. Pelepasan peserta KKN ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di halaman Kantor Kecamatan Cisitu, Kamis 25 Juni 2026.

Ratusan mahasiswa tersebut akan menjalankan program KKN bertema KKN Kampus Berdampak Sauyunan selama 40 hari. Mereka terbagi ke dalam 39 kelompok yang akan ditempatkan di empat kecamatan, yakni Cisitu, Jatigede, Jatinunggal, dan Wado.

Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir mengaku bangga karena Sumedang kembali dipercaya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa UPI. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi desa.

“Ini merupakan kegiatan yang bermakna, bermanfaat, dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Saya yakin mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi dengan menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu memecahkan persoalan di lapangan,” ujar Dony.

Ia menegaskan, program KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan nyata masyarakat.

“Ilmu yang dipelajari di kampus bisa diterapkan secara langsung. Mahasiswa dapat belajar dari kondisi riil masyarakat sekaligus memberikan kontribusi melalui keilmuannya,” katanya.

Dony berharap para mahasiswa dapat berperan aktif dalam mendukung penanganan berbagai isu strategis daerah. Menurut Dony, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan bagian dari pembangunan berbasis pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, menjelaskan bahwa peserta KKN berasal dari tiga program studi yang berada di Kampus UPI Sumedang, yaitu Keperawatan, Pendidikan Jasmani, dan Industri Kepariwisataan.

Ia mengatakan pengalaman belajar di luar kampus saat ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi modern.

“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti KKN menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi di dunia,” ujarnya.

Agus berharap seluruh peserta dapat mengoptimalkan potensi daerah selama menjalankan pengabdian, termasuk dalam pengembangan ekonomi lokal, rintisan desa wisata, peningkatan kualitas lingkungan, penanganan stunting, serta penguatan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Mahasiswa diharapkan mampu memberdayakan masyarakat sesuai potensi yang dimiliki masing-masing wilayah sehingga manfaat KKN dapat dirasakan secara nyata,” bebernya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....