Beasiswa untuk 80 Ribu Siswa, 1.015 Sekolah Swasta Jabar Siap Menampung

  • 22 Jun 2026 22:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 1.015 SMA dan SMK swasta di Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menampung calon murid yang belum mendapatkan kursi di sekolah negeri. Bersamaan dengan itu, Pemprov Jabar menyiapkan program beasiswa yang diproyeksikan menjangkau hingga 80 ribu siswa.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara sekolah swasta dan Pemprov Jabar dalam pertemuan yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama para kepala SMA dan SMK swasta se-Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin 22 Juni 2026.

Dedi Mulyadi mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan meski tidak diterima di sekolah negeri.

"Sudah ada mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan untuk menyalurkan sekitar 70.000 sampai 80.000 siswa yang terdata di PCMB agar mendapatkan beasiswa dari pemerintah provinsi," ujar Dedi.

Menurut Dedi, kehadiran lebih dari seribu sekolah swasta dalam penandatanganan kerja sama menjadi bukti nyata dukungan sektor pendidikan swasta terhadap program pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat.

Ia menilai, partisipasi tersebut sekaligus menjawab berbagai anggapan yang menyebut sekolah swasta tidak siap bekerja sama dengan pemerintah.

"Jumlah yang bersedia menandatangani kesepakatan dan hadir secara fisik 1.015 sekolah. Jadi, opini yang menyatakan sekolah swasta tidak bersedia bekerja sama, hari ini tidak terbukti," tegasnya.

Dalam program ini, bantuan pendidikan akan diberikan melalui skema beasiswa perorangan. Data penerima akan mengacu pada hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), sementara pembayaran bantuan dilakukan langsung kepada sekolah tempat siswa menempuh pendidikan.

Menurut Dedi, pemerintah provinsi akan bertindak layaknya wali yang menjamin keberlangsungan pendidikan siswa penerima manfaat. "Beasiswa perorangan. Siswanya tercatat. Provinsi Jawa Barat menjadi orang tua dari siswa itu. Karena menjadi orang tua, orang tua yang membayarkan ke sekolah," katanya.

Pemprov Jabar menyiapkan bantuan uang bangunan sebesar Rp1,5 juta per siswa. Selain itu, siswa juga akan menerima dukungan biaya pendidikan bulanan sebesar Rp100 ribu. Tak hanya berfokus pada peserta didik, pemerintah daerah juga berencana mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui program sertifikasi guru di sekolah-sekolah swasta yang menjadi mitra.

Terkait pembiayaan program, Dedi memastikan anggaran telah tersedia dalam struktur keuangan daerah. Dana tersebut akan dioptimalkan melalui pergeseran sejumlah alokasi kegiatan yang belum dapat direalisasikan.

"Sudah ada, tinggal pergeseran. Ada alokasi-alokasi yang tidak dilaksanakan. Misalnya, bangun sekolah tapi belum ada sertifikatnya. Itu bisa digeser dan segera dialokasikan," ungkapnya.

Pemprov Jabar memperkirakan jumlah penerima bantuan pendidikan dapat mencapai 80 ribu siswa. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih berlangsung.

Sebagian calon murid masih berpeluang memperoleh akses pendidikan melalui jalur lain, termasuk sekolah berbasis pesantren maupun opsi pendidikan lainnya. "Fungsi PCMB itu untuk membaca lebih dulu datanya. Dari data sekarang sebenarnya sudah bisa terbaca, tetapi masih terlalu spekulatif," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....