Cimahi Siapkan Bantuan Mesin Pengolah Sampah, Antisipasi Pembuangan ke Sarimukti
- 18 Jun 2026 22:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi berkurangnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memanfaatkan bantuan mesin pengolah sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mengurangi ketergantungan terhadap pembuangan sampah ke TPA.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Kota Cimahi, Beny Gunadi, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai rencana penyaluran bantuan alat pengolah sampah dari Pemprov Jawa Barat. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat daerah sebelum kondisi TPA Sarimukti mencapai batas maksimal.
"Informasinya betul akan ada bantuan mesin pengolah sampah dari provinsi. Tapi untuk jumlah titiknya belum bisa kami pastikan," kata Beny, Rabu 17 Juni 2026.
Selain menunggu bantuan peralatan tersebut, DLH Kota Cimahi juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia. Langkah ini dilakukan agar volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti dapat ditekan semaksimal mungkin.
Salah satu fasilitas yang menjadi fokus penguatan adalah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Santiong di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Apabila beroperasi secara optimal, fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 85 ton sampah per hari.
"Tapi sekarang memang belum optimal. Kemudian ada juga TPST lain dan TPS3R yang akan maksimalkan pengelolaan di sana. Kemudian ada juga maggotisasi sama bank sampah," ujarnya.
DLH juga mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program bank sampah dan budidaya maggot. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengurangan sampah sejak dari sumbernya sehingga beban pengangkutan ke TPA dapat diminimalkan.
Di sektor pendidikan, DLH Kota Cimahi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Program edukasi difokuskan pada kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak usia dini.
"Minimalnya siswa itu tidak pakai plastik sekali pakai misalnya, bawa tumbler ke sekolah. Harapannya kan tentu saja siswa sejak dini sudah tahu mana sampah organik dan anorganik," ucapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan yang tersedia, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, warga diminta membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
"Pilah sampah ini tentunya menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Sehingga kami meminta masyarakat dengan kesadarannya untuk melakukan kebiasaan ini,” jelasnya.
Menurutnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi penuhannya TPA Sarimukti yang diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga Oktober mendatang. Dengan dukungan mesin pengolah sampah serta optimalisasi fasilitas yang ada diharapkan pengelolaan sampah di Kota Cimahi dapat berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....