Bupati Bandung Ceritakan Kenangan Bersama Pesantren di Ciheulang
- 16 Jun 2026 14:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, KDS bagikan Kenangan manisnya di masa lalu. Saat ia berasa di Ciheulang.
"Bermula dari Ciheulang saya menjadi kepala desa. Berangkat dari Ciheulang pula, alhamdulillah hari ini saya dipercaya menjadi Bupati Bandung hingga periode kedua. Ciheulang memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan pengabdian saya," katanya, Minggu 14 Juni 2026.
KDS menilai Desa Ciheulang dan Ponpes Al-Husaeni menjadi bagian dari sejarah kebangkitan masyarakat Kabupaten Bandung. Itu melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Pada kesempatan itu, KDS menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus berkomitmen mendukung keberadaan pesantren dan para tokoh agama. Menurutnya, perhatian kepada guru ngaji, pesantren, dan ulama akan tetap menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan daerah.
"Pemerintah daerah tidak akan berhenti melakukan berbagai upaya perbaikan. Pada periode kedua ini kami tetap konsisten memberdayakan tokoh agama dan memuliakan ulama," tegasnya.
Pondok Pesantren Al-Husaeni sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Bandung. Cikal bakal pesantren tersebut dimulai sekitar tahun 1919 ketika KH Husen bersama istrinya Hj Rukiyah menyelenggarakan pengajian di Dusun Ciheulang. Seiring bertambahnya jumlah santri, kegiatan tersebut berkembang menjadi pondok pesantren yang kemudian diberi nama Al-Husaeni pada 1940 untuk mengenang jasa KH Husen.
Hingga kini, pesantren yang menaungi berbagai jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, hingga SMA tersebut telah mendidik ribuan santri dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi. Sistem pendidikan yang memadukan tradisi pesantren dan pendidikan formal menjadi salah satu kekuatan Al-Husaeni dalam mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.
KDS berharap Ponpes Al-Husaeni terus menjadi pusat kaderisasi umat dan melahirkan generasi yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara. "Doakan para santri menjadi generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah tujuan besar pendidikan pesantren," kata KDS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....