Tahun Baru Islam,Ini Alasan Bupati Salurkan Kain Kafan

  • 16 Jun 2026 11:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau KDS menceritakan latar belakang lahirnya tradisi penyaluran Kain Kafan di Tahun Baru Islam. Menurutnya, gagasan membagikan kain kafan muncul saat dirinya bersama sang istri melayat ke rumah salah seorang warga yang meninggal dunia ketika masih menjabat kepala desa.

"Saat itu jenazah sudah cukup lama menunggu untuk dikafani. Ketika saya tanyakan kepada keluarganya, ternyata mereka masih berusaha mencari penjual kain kafan. Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk membagikan kain kafan kepada masyarakat setiap malam Tahun Baru Islam agar kebutuhan tersebut selalu tersedia saat diperlukan," tuturnya, Senin 16 Juni 2026.

Melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini, KDS berharap masyarakat dapat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri. Itu sekaligus memperkuat kesiapan spiritual dalam menjalani kehidupan.

Fungsi utama kain kafan adalah sebagai penutup, pelindung, dan pembalut tubuh jenazah sebelum dimakamkan. Itu juga sebagai Penghormatan dan Kesopanan. Artinya Menjaga privasi, kehormatan, dan menutup aurat jenazah dari pandangan orang banyak.

Kain Kafan juga sebagai Simbol Kesucian. Yaitu Identik dengan warna putih untuk melambangkan kebersihan, kesucian, serta kerendahan hati.

Lalu itu juga bermakna Spiritual. Kain kafan Sebagai pengingat akan kematian (mengingat akhirat) dan pakaian terakhir manusia sebelum menghadap Sang Pencipta.

Dalam syariat Islam, kain kafan berfungsi untuk membalut seluruh tubuh jenazah. Untuk laki-laki disunnahkan memakai 3 lapis, sedangkan perempuan memakai 5 lapis kain kafan (mencakup kain basahan, baju kurung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....