BPS Kota Bandung Kerahkan 1.909 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
- 16 Jun 2026 10:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 1.909 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sensus Ekonomi Nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia setiap 10 tahun sekali.
Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, mengatakan sensus ekonomi merupakan amanah yang diberikan kepada BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Sensus ekonomi ini merupakan tugas yang harus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Terakhir dilaksanakan pada 2016 dan sekarang pada 2026 kembali dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia," ujar Nevi, Selasa 16 Juni 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Kota Bandung telah menyiapkan 1.909 petugas yang akan disebar ke seluruh kecamatan dan kelurahan. Para petugas akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) sesuai wilayah tugas masing-masing.
Menurut Nevi, setiap petugas telah diberikan tanggung jawab berdasarkan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau wilayah setingkat RT. Mereka akan mendata seluruh bangunan yang ada, baik yang digunakan sebagai tempat tinggal maupun yang dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.
"Petugas akan mendata semua bangunan yang ada di wilayah tugasnya, baik rumah tangga maupun unit usaha. Dengan cara ini, seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Kota Bandung dapat terdata secara lengkap," katanya.
Ia menjelaskan, sensus ekonomi tidak hanya menyasar pelaku usaha yang memiliki lokasi usaha tetap, tetapi juga usaha yang tidak memiliki tempat usaha permanen. Pelaku usaha dengan bangunan tetap akan didata langsung di lokasi usahanya, sedangkan usaha yang tidak memiliki tempat tetap akan didata melalui rumah tangga tempat pelaku usaha tersebut tinggal.
Pendataan ini bertujuan untuk menghasilkan data ekonomi yang komprehensif dan akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan ekonomi, serta pengambilan keputusan strategis di tingkat daerah maupun nasional.
"Semua aktivitas ekonomi di Kota Bandung, dari berbagai kategori dan jenis usaha, menjadi bagian dari sensus ini. Tujuannya agar seluruh potensi ekonomi dapat terpetakan dengan baik," ucapnya.
Nevi menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara resmi telah dimulai pada 15 Juni 2026 dan ditandai dengan pencanangan oleh Wali Kota Bandung. Pendataan perdana juga dilakukan kepada Wali Kota sebagai simbol dimulainya kegiatan sensus di Kota Bandung.
Adapun pelaksanaan pendataan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, petugas akan menyisir seluruh wilayah untuk memastikan tidak ada rumah tangga maupun unit usaha yang terlewat dari pendataan.
BPS Kota Bandung menargetkan sekitar 1,2 juta rumah tangga dan 450 ribu unit usaha dapat terdata dalam pelaksanaan sensus kali ini. Namun, jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berkembang sesuai kondisi di lapangan.
"Target awal yang telah tertanam dalam sistem masing-masing petugas sekitar 1,2 juta rumah tangga dan 450 ribu unit usaha. Angka ini akan terus bergerak menyesuaikan kondisi riil yang ditemukan selama pendataan berlangsung," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....