Minat Meningkat, Peserta OSN-K 2026 Lampaui 716 Ribu Siswa
- 14 Jun 2026 15:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan. Jumlah peserta dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 716 ribu siswa, menandai meningkatnya minat generasi muda terhadap bidang sains, riset, dan inovasi.
Penyelenggaraan OSN-K 2026 yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berhasil menjangkau peserta dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk murid yang berasal dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Data Puspresnas menunjukkan jumlah peserta dari jenjang SD/MI/sederajat mencapai 418.918 siswa. Angka tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Sementara itu, peserta dari jenjang SMP/MTs/sederajat tercatat sebanyak 297.955 siswa atau naik 15 persen dibandingkan tahun 2025.
Kenaikan jumlah peserta dinilai menjadi indikator positif meningkatnya antusiasme pelajar terhadap kompetisi akademik yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan inovasi ilmiah.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin kuatnya budaya berprestasi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, OSN-K tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter peserta didik.
“Peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat belajar dan kecintaan murid terhadap sains. Kami berharap OSN-K menjadi sarana untuk mengembangkan potensi terbaik peserta didik sekaligus membangun karakter yang jujur, disiplin, dan tangguh,” kata Maria, dalam keterangannya, Minggu 14 Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menerapkan berbagai mekanisme pengawasan untuk memastikan proses seleksi berjalan secara objektif dan berintegritas. Sistem pengawasan dilakukan melalui pengawas silang, pemantauan oleh panitia pusat dan daerah, siaran langsung, serta dokumentasi dari berbagai wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kredibilitas kompetisi sekaligus memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi.
OSN-K selama ini menjadi salah satu jalur pembinaan talenta nasional di bidang sains. Selain mengukur kemampuan akademik, ajang ini juga mendorong peserta untuk mengembangkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sportivitas dalam berkompetisi.
Selanjutnya, hasil seleksi tingkat kabupaten/kota akan digunakan sebagai dasar penentuan peserta yang berhak melaju ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P). Melalui penyelenggaraan yang semakin inklusif dan transparan, pemerintah berharap lahir lebih banyak talenta muda Indonesia yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....