Babinsa Kawal Serap Gabah Petani, Pastikan Harga Gabah Sesuai HET Pemerintah

  • 14 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Babinsa Desa Tambakjati Koramil 0507/Pabuaran Serka Ragito, melaksanakan kegiatan monitoring serap gabah, di Dusun Sukamantri Utara RT 11/04 Desa Tambakjati Kecamatan Patokbeusi. Kegiatan ini jadi wujud nyata sinergi aparat kewilayahan, dengan pelaku usaha pangan, untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

"Kami hadir memastikan gabah petani terserap dengan harga wajar, dan tidak ada permainan tengkulak" ujar Serka Ragito,

Serka Ragito turun langsung ke lokasi bersama Kadus Sukamantri Utara Yusup. Kehadiran keduanya memberi rasa aman, sekaligus mempercepat koordinasi antara petani, PPL, dan mitra Bulog.

"Sinergi Babinsa, Kadus dan PPL ini kunci, agar informasi harga sampai ke petani tanpa distorsi," tegasnya. Bpk.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Babinsa juga ikut memantau kualitas gabah yang masuk ke pengepul. Pendampingan teknis ini penting, supaya petani paham standar kadar air, dan rendemen yang ditetapkan Bulog.

"Gabah bagus, harga bagus. Tugas kami dampingi petani dari hulu sampai timbang," tutur dia.

Tujuan utama kegiatan ini jelas, membantu penyerapan gabah petani, dan mengawal program ketahanan pangan. Dengan harga yang transparan, petani lebih semangat merawat sawah, untuk musim tanam berikutnya.

"Ketahanan pangan dimulai dari petani sejahtera, bukan hanya target tonase," sambungnya.

Suasana monitoring berlangsung kondusif, karena semua pihak duduk bareng dan terbuka. Petani bisa langsung tanya jawab soal harga, timbangan, hingga jadwal serap selanjutnya.

"Kalau semua transparan, petani nggak ragu lagi jual gabahnya ke Bulog," papar Babins Koramil 0507/Pabuaran.

Kegiatan ini jadi contoh kolaborasi efektif, antara TNI, pemerintah desa, penyuluh, dan swasta di Patokbeusi. Diharapkan model seperti ini terus berulang, agar swasembada pangan benar-benar dirasakan sampai ke dusun.

"Satu musim tanam yang aman, berarti satu langkah lagi menuju Indonesia lumbung pangan dunia," tandasnya.

Sementara itu, Mitra Bulog CV. Mitra Tani Sejahtera yang diwakili H. Manap, membuka serapan langsung di titik kumpul dusun. Langkah ini memotong rantai distribusi, sehingga petani tidak perlu jauh-jauh ke penggilingan besar.

"Kami siap serap semaksimal mungkin, sesuai kuota dan mutu, demi ketahanan pangan nasional," ucap H. Manap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....