KUNCI BERSAMA Sambangi AHY, Ini yang Dibahas

  • 12 Jun 2026 18:10 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, menerima langsung rombongan kepala daerah KUNCI BERSAMA di kantor Kemenko Infrastruktur, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (10/6 ) Pertemuan yang semula diagendakan sebagai audiensi itu berkembang menjadi rapat koordinasi penuh, perubahan ini menandai keseriusan pemerintah pusat memandang forum kerja sama sepuluh kabupaten/kota di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi jajaran lengkap pimpinan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, antara lain Sekretaris Kemenko Ayodhia G. L. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Muhammad Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan, didampingi para staf ahli dan para staf khusus menteri.

Dari pihak KUNCI BERSAMA, tujuh kepala daerah hadir langsung: Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang sekaligus menjabat Ketua Sekretariat Kerja Sama KUNCI BERSAMA, Bupati Cirebon, Wali Kota Cirebon, Bupati Brebes, Wali Kota Banjar, Bupati Majalengka, dan Bupati Pangandaran. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ciamis, serta Asisten Ahli Bupati Cilacap, hadir juga mendampingi para kepala SKPD terkait dari 10 Kab/Kota dan Sekretaris Setker KUNCI BERSAMA Yayan Sofyan, Tenaga Ahli KUNCI BERSAMA, Deni Hamdani, dan Rina Masruroh,

Membuka pertemuan, AHY mengaku tertarik dengan KUNCI BERSAMA bukan sekadar karena namanya, melainkan karena semangat yang melandasi forum ini.

“Ketika pertama kali mendengar istilah ‘KUNCI BERSAMA’, saya tertarik untuk memahami bukan hanya kepanjangannya, tetapi juga spirit yang melandasinya. Karena pastinya ada perbedaan, tetapi juga banyak kesamaan yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun bersama,” ujar AHY dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 Juni 2026.

Menurut AHY, forum seperti KUNCI BERSAMA menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah sekaligus menyelaraskan pembangunan daerah dengan prioritas nasional. Dalam pertemuan tersebut, AHY bersama para kepala daerah membahas pembangunan berbasis kawasan, penguatan konektivitas, logistik, investasi, hingga pengembangan sektor-sektor unggulan di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Selanjutnya AHY memaparkan arah kebijakan dan program prioritas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yang menekankan pembangunan infrastruktur sebagai jalan menuju pemerataan dan kesejahteraan rakyat termasuk bagi daerah-daerah perbatasan KUNCI BERSAMA.

Dalam arahannya, AHY menegaskan pentingnya menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan agenda pembangunan nasional dan di situlah peran koordinatif kementeriannya bekerja.

“Tugas pertama kami adalah menyinkronkan antar kementerian dan lembaga, termasuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan prioritas yang harus dijawab oleh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan saling mendukung,” ujar AHY.

AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Infrastruktur, menurutnya, harus mampu mengangkat kualitas hidup masyarakat, melalui perumahan yang layak, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga konektivitas antarwilayah yang semakin kuat. Ia juga menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur ke depan harus sejalan dengan agenda strategis nasional: mendukung swasembada pangan, memperkuat swasembada energi, serta menjaga ketahanan lingkungan tiga hal yang justru menjadi kekuatan utama kawasan KUNCI BERSAMA.

Giliran berikutnya, Ketua Sekretariat KUNCI BERSAMA Dian Rachmat Yanuar memaparkan potret kawasan secara menyeluruh. Pada kesempatan tersebut, Dian menyampaikan kondisi umum daerah-daerah yang tergabung dalam KUNCI BERSAMA yang terdiri dari 10 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk hampir 14 juta jiwa.

“Kawasan KUNCI BERSAMA sesungguhnya memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Namun potensi tersebut belum teraktivasi secara maksimal karena masih lemahnya konektivitas antar wilayah. Rata-rata indeks ketahanan pangan masih perlu ditingkatkan, kemampuan fiskal daerah masih bergantung pada pemerintah pusat,” katanya.

Dian berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur dapat menjadi pemicu percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah KUNCI BERSAMA.

“Apabila pembangunan infrastruktur dapat dipercepat, insyaallah pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan KUNCI BERSAMA akan meningkat,” ujarnya.

Usai paparan Ketua Sekretariat, para kepala daerah yang hadir secara bergantian menyampaikan kondisi riil daerahnya masing-masing dari persoalan konektivitas antarwilayah, tekanan fiskal daerah, komoditas unggulan yang belum terserap pasar nasional, hingga kebutuhan dukungan infrastruktur yang sangat konkret. Forum yang semula formal itu berkembang menjadi dialog yang terbuka dan substantif.

Menanggapi seluruh paparan, AHY menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi KUNCI BERSAMA yang telah membuktikan kerja sama antardaerah dapat berjalan selama 15 tahun atas inisiatif daerah sendiri. AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan konektivitas merupakan kunci menghadirkan pemerataan dan kemakmuran rakyat, dan kawasan perbatasan seperti KUNCI BERSAMA harus menjadi bagian dari prioritas perhatian pemerintah pusat.

AHY juga menyoroti potensi pariwisata kawasan KUNCI BERSAMA sebagai sektor yang dapat lebih cepat menghasilkan nilai ekonomi apabila didukung konektivitas yang baik menuju destinasi wisata. Ia menyatakan komitmennya menjadikan persoalan-persoalan yang dipaparkan, mulai dari optimalisasi BIJB Kertajati, penguatan jalan perbatasan, hingga penanganan banjir lintas daerah aliran sungai, sebagai bahan koordinasi lintas kementerian di bawah Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Pada kesempatan tersebut, KUNCI BERSAMA secara resmi memohon kesediaan AHY untuk hadir membuka dan menyampaikan keynote speech pada KUNCI BERSAMA SUMMIT yang akan digelar 27 Juli 2026 mendatang, sekaligus bergabung sebagai Dewan Penasehat KUNCI BERSAMA. Kedua permohonan itu disambut positif AHY menyatakan kesediaannya. Jawaban yang diterima dengan penuh rasa syukur oleh seluruh kepala daerah yang hadir.

KUNCI BERSAMA SUMMIT merupakan puncak peringatan 15 tahun forum kerja sama KUNCI BERSAMA yang menandai lompatan dari kerja sama antarkepala daerah menuju sinergi multi-stakeholder nasional. Summit akan mempertemukan seluruh bupati/wali kota anggota, kementerian terkait, anggota DPR RI daerah pemilihan KUNCI BERSAMA, dunia usaha, BUMN, akademisi, dan mitra strategis nasional, dengan agenda utama penandatanganan sejumlah MoU strategis serta ekspose potensi investasi daerah. Summit mengusung tagline “Sinergi Jabar Sentris Jateng Sentris Menuju Indonesia Sentris”.

KUNCI BERSAMA adalah forum kerja sama resmi antardaerah berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, beranggotakan Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Indramayu mewakili sekitar 14 juta jiwa di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....