Walikota Bandung Soroti Kenaikan Harga Kedelai
- 12 Jun 2026 14:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti kenaikan harga kedelai yang terus terjadi dan berdampak langsung terhadap para pengrajin tahu dan tempe di Kota Bandung. Menurutnya, harga kedelai saat ini telah menembus angka Rp10.000 per kilogram dan bahkan mendekati Rp11.000 per kilogram.
Farhan mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar kebutuhan kedelai masih bergantung pada impor sehingga harga sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar global.
"Harga kedelai itu sekarang tidak bisa ditolong. Sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan saya dengar mendekati Rp11.000 per kilogram. Sayangnya, kalau harga barang impor memang ikut mekanisme pasar," ujar Farhan, Jumat 12 Juni 2026.
Ia mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga komoditas impor. Karena itu, langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah mendorong para pelaku usaha tahu dan tempe untuk meningkatkan efisiensi produksi agar tetap mampu bertahan di tengah kenaikan biaya bahan baku.
Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung juga berupaya menjaga kelancaran aktivitas perdagangan dengan memastikan titik-titik penjualan di berbagai wilayah kota dapat beroperasi secara optimal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu distribusi produk olahan kedelai tetap berjalan dan menjangkau masyarakat luas.
Selain itu, Pemkot Bandung akan berupaya menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi produk berbahan dasar kedelai, seperti tahu dan tempe, tetap stabil meskipun terjadi kenaikan harga.
"Dari sisi demand, kita akan menjaga agar para konsumen yang biasa membeli kuliner yang menggunakan tahu dan tempe tetap memiliki daya beli yang tinggi. Sehingga walaupun harganya agak naik, produk tersebut masih bisa terbeli oleh masyarakat," katanya.
Farhan menegaskan, hal terpenting saat ini adalah memastikan aktivitas produksi tahu dan tempe tidak terhenti. Sebab, kedua produk tersebut merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat sekaligus menjadi mata pencaharian bagi ribuan pelaku usaha kecil dan menengah.
"Yang paling penting, produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....