Seminar Nasional OJK, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa di Cirebon
- 12 Jun 2026 12:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar Seminar Nasional bertajuk Financial Planning and Anti-Scam Awareness, Jumat 12 Juni 2026. Acara ini menyasar mahasiswa sebagai kelompok strategis dalam memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan di sektor jasa keuangan.
Plh Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama Gustarjidi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memperluas edukasi keuangan di kalangan generasi muda bersama puluhan duta literasi media massa. “Hari ini OJK bersama UGJ, dan Duta Literasi Media Massa, kita memberikan edukasi literasi dan awareness terhadap penipuan-penipuan keuangan, khususnya kepada mahasiswa,” ujarnya.
Tesar menekankan kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye anti-scam nasional. Edukasi diberikan agar mahasiswa mampu mengenali ciri-ciri penipuan, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan. “Kami ingin mahasiswa lebih peduli, lebih kritis, dan tidak mudah terjebak,” tegasnya.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting bagi mahasiswa Cirebon untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus menjadi agen perubahan dalam lingkungan kampus. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda depan dalam melawan praktik penipuan keuangan dan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cerdas finansial.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ, Acep Komara, menilai mahasiswa adalah kelompok terpelajar yang memiliki peran strategis dalam memahami literasi keuangan. “Mahasiswa bukan hanya subjek, tetapi juga bisa menjadi objek dalam literasi keuangan. Karena itu, mereka harus menjadi pihak pertama yang mendapatkan pemahaman ini,” jelasnya.
Menurut Acep, ada tiga aspek utama literasi yang perlu diperkuat di kalangan mahasiswa. Pertama, literasi investasi untuk mendorong lahirnya investor muda yang dapat memperkuat perekonomian nasional. “Dengan bertambahnya investor dari kalangan muda, maka roda ekonomi bisa bergerak lebih maju,” katanya.
Kedua, literasi perencanaan keuangan. Mahasiswa yang kelak memasuki dunia kerja perlu dibekali kemampuan merencanakan keuangan masa depan secara bijak. “Bagaimana mereka mengatur keuangan setelah lulus, itu penting agar tidak terjebak dalam masalah finansial,” tambah Acep.
Ketiga, literasi tentang penyalahgunaan produk keuangan dan penipuan. Acep menyoroti fenomena investasi bodong, judi online, hingga scam yang kerap menyasar mahasiswa. “Mereka rentan karena kebutuhan dana untuk kuliah sering dimanfaatkan pelaku penipuan. Bahkan ada modus mencatut nama pimpinan universitas untuk menipu mahasiswa,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....