BPBD Subang Tunggu SK Darurat Kekeringan El Nino Godzilla Dari Pemprov Jabar
- 10 Jun 2026 14:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang Udin Jajudin, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang Enda menyatakan, pihaknya kini masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Darurat Kekeringan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. SK tersebut, menjadi dasar penanganan dampak fenomena El Nino Godzilla, yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Subang.
“Kami masih menunggu SK Darurat Kekeringan dari Provinsi Jawa Barat. Ini penting sebagai landasan hukum, dan operasional penanggulangan di lapangan,” ujar Enda kepada RRI di Subang, Rabu 10 Juni 2026.
Jika SK dari Pemprov Jabar telah diterima, Pemkab Subang akan segera menindaklanjuti dengan menerbitkan SK Bupati Subang tentang Darurat Kekeringan. Langkah ini, untuk mempercepat distribusi bantuan dan pengerahan sumber daya ke titik terdampak.
“Begitu SK provinsi turun, kami langsung siapkan SK Bupati, agar intervensi bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Kabupaten Subang termasuk salah satu daerah rawan kekeringan di Jawa Barat. Wilayah Pantura dan Subang selatan menjadi prioritas penanganan, karena historis defisit air tahunan.
“Pantura dan selatan Subang, selalu jadi langganan kekeringan. El Nino Godzilla tahun ini diprediksi lebih ekstrem,” jelas Enda.
BPBD mencatat sejumlah desa, sudah mulai mengalami penurunan debit air bersih, dan kekeringan lahan pertanian. Koordinasi dengan PDAM, Dinas Pertanian, dan camat terus diintensifkan, untuk pemetaan titik kritis.
“Data sementara ada 42 desa di 12 kecamatan yang mulai terdampak. Kami siapkan tangki air dan sumur bor darurat,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau hemat air, dan segera lapor ke pemerintah desa, bila sumur mengering. Pemkab Subang berkomitmen, tidak terlambat merespons bila status darurat resmi ditetapkan.
“Kami minta warga tidak panik, tapi waspada. Lapor cepat, agar distribusi air bersih segera masuk,” pesan Enda.
BPBD juga menyiapkan langkah mitigasi jangka pendek, seperti modifikasi cuaca dan penyaluran air bersih. Anggaran Belanja Tidak Terduga siap digunakan setelah SK Darurat Kekeringan terbit.
“Tanpa SK darurat, kami terbatas secara aturan. Setelah ada payung hukum, semua bisa bergerak maksimal,” tutur Enda.
Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemkab Subang menghadapi puncak El Nino Godzilla. Sinergi dengan provinsi, dan pusat terus diperkuat untuk melindungi warga terdampak.
“Prinsipnya kami siap siaga. Keselamatan warga dan ketahanan pangan Subang, jadi prioritas utama,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....