Bupati Bandung: Kebutuhan Layanan Kesehatan Masih Cukup Tinggi
- 10 Jun 2026 14:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, kebutuhan layanan kesehatan di Kabupaten Bandung masih cukup tinggi. Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, Kabupaten Bandung masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap dari total eksisting 2.800 beds yang ada untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat se-Kabupaten Bandung.
"Walaupun kita membangun lagi, kita masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap. Karena kesehatan merupakan hak dasar masyarakat, maka saya lebih fokus kepada kesehatan," katanya, Rabu 10 Juni 2026.
Ia berharap pembangunan RSUD Bedas Cimenyan dapat berjalan tanpa hambatan sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa segera direalisasikan. KDS juga meminta dukungan masyarakat dan para kepala desa untuk ikut mengawal proses pembangunan.
"Karena lancarnya pembangunan maka akan lebih cepat lagi pelayanan kepada masyarakat. Saya mohon bantuan seluruh warga masyarakat dan para kepala desa agar pembangunan ini tidak ada hambatan," ujarnya.
Menurut KDS, kebutuhan anggaran pembangunan RSUD Bedas Cimenyan secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp100 miliar secara multiyears. Namun pada tahap awal tahun ini pemerintah daerah baru mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,9 miliar karena sejumlah infrastruktur dasar harus dibangun terlebih dahulu.
"Total kebutuhan sekitar Rp100 miliar. Tapi sekarang baru Rp18,9 miliar karena ada infrastruktur yang harus dibangun dulu. Nanti akan bertahap dan dikaji lagi. Saya ingin maksimal tahun 2029 selesai seluruhnya, termasuk penyempurnaan lima RSUD lainnya," katanya.
Ia juga membuka kemungkinan penambahan anggaran konstruksi apabila diperlukan pada APBD Perubahan dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan RSUD Bedas Cimenyan dibangun di atas lahan seluas satu hektare oleh pelaksana PT Java Adi Cipta dengan nilai kontrak Rp18,9 miliar.
Menurut Zeis, gedung rumah sakit dua lantai tersebut akan dilengkapi fasilitas instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap dan pelayanan rawat jalan sebagai tahap awal pengembangan rumah sakit. "Keberadaan RSUD Cimenyan ini untuk menghapus stigma selama ini bahwa Cimenyan jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung dan jauh dari rumah sakit. Kini pelayanan kesehatan hadir lebih dekat untuk masyarakat Cimenyan dan wilayah sekitarnya," kata Zeis.
Pembangunan RSUD Bedas Cimenyan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bandung memperluas akses layanan kesehatan. Itu sekaligus memperkuat jaringan rumah sakit daerah yang telah dibangun di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....