Bandung Raya Menghadapi Ketergantungan Terhadap Energi Fosil

  • 09 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bandung Raya menghadapi tantangan serius terkait ketergantungan terhadap energi fosil di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi, industri, dan rumah tangga. Meski pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG masih terjaga. Para pengamat menilai ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil berpotensi menimbulkan kerawanan energi di masa depan.

Ketua Dewan Daerah Walhi JABAR & Ketua FK3I Nasional Dedi Kurniawan menilai krisis Energi dan pengalihan Bahan Fosil menjadi Listrik kini beralih ke Energi Baru, sejak diterbarukan nya energi tersebut masih dinilai kurang begitu produktif.

"Penggunaan Energi dengan bahan Fosil masih terus berjalan dan Energi Baru terbarukan terus bertambah di area Bandung Raya yang dinilai terindikasi Surplus"ujar Dedi ketika dihubungi via gawai, Selasa 9Juni 2026.

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kawasan Bandung Raya menjadi salah satu faktor utama meningkatnya konsumsi BBM setiap tahun. Aktivitas mobilitas masyarakat yang semakin tinggi turut mendorong kebutuhan energi berbasis fosil terus bertambah.



Sektor industri juga menjadi penyumbang besar penggunaan energi fosil di wilayah Bandung Raya. Berbagai kawasan industri masih mengandalkan bahan bakar konvensional untuk mendukung operasional produksi sehari-hari.

Di sektor rumah tangga, penggunaan LPG masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan memasak. Ketergantungan terhadap LPG membuat stabilitas pasokan dan harga menjadi faktor penting yang memengaruhi kehidupan warga.

Pengamat energi dari kalangan akademisi menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Menurut mereka, diversifikasi sumber energi harus mulai dipercepat guna mengurangi risiko ketergantungan pada energi fosil.

"Kita perlu menyiapkan transisi energi sejak sekarang agar Bandung Raya tidak menghadapi krisis pasokan di masa mendatang ketika cadangan energi fosil semakin terbatas," tambahnya.

Sejumlah program pengembangan energi terbarukan mulai diperkenalkan di berbagai wilayah Bandung Raya. Pemanfaatan tenaga surya untuk bangunan publik dan rumah tangga dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi konsumsi energi fosil.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik secara bertahap juga mulai didorong sebagai upaya menekan ketergantungan terhadap BBM. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus mengembangkan infrastruktur pendukung untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghematan energi dinilai masih perlu ditingkatkan. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menghemat konsumsi listrik dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi energi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....