Pemkot Bandung Perkuat Upaya Tekan Pengangguran lewat Padat Karya
- 09 Jun 2026 15:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menggulirkan Program Padat Karya Tematik 2026 sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan kerja dan membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi. Program tersebut melibatkan sekitar 8.600 peserta dari berbagai wilayah di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung melepas peserta Program Padat Karya Tematik yang berasal dari Kelurahan Maleer, Samoja, Cibangkong, Kebon Gedang, Gumuruh, dan Kacapiring di Kantor Kecamatan Batununggal, Selasa 9 Juni 2026.
Farhan menegaskan, program padat karya tidak hanya bertujuan menyediakan pekerjaan sementara, tetapi juga menjadi jembatan bagi masyarakat yang masih berjuang keluar dari pengangguran terbuka.
“Total ada sekitar 8.600 peserta padat karya di Kota Bandung tahun ini. Ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang masih mencari pekerjaan tetap. Sambil bekerja dan mendapatkan penghasilan, mereka tetap bisa mencari peluang kerja yang lebih permanen,” ucapnya.
Menurut Farhan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini masih berada di kisaran 7,2 persen. Karena itu, Pemkot Bandung terus mengembangkan berbagai strategi untuk membuka akses pekerjaan, baik melalui program padat karya maupun layanan informasi lowongan kerja secara daring dan luring.
“Pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga menyediakan akses dan informasi pekerjaan. Kami ingin menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha sehingga peluang kerja semakin terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat bekerja dan tidak menyerah menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Ia menekankan bahwa produktivitas tidak selalu identik dengan pekerjaan formal.
“Jangan pernah malu selama kita masih bisa bergerak. Artinya kita masih punya harkat dan derajat. Yang penting terus bekerja dan berkarya,” tegasnya.
Program Padat Karya Tematik 2026 difokuskan pada kegiatan penanganan lingkungan dan kebersihan wilayah. Selain memberikan tambahan penghasilan kepada warga, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Salah seorang peserta, Dava (23), mahasiswa semester akhir asal Kelurahan Kacapiring, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena manfaatnya yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program ini sangat membantu warga. Lingkungan jadi lebih bersih dan terawat. Selain itu, warga juga mendapatkan manfaat ekonomi. Semoga program seperti ini terus ada ke depannya,” katanya.
Hal senada disampaikan Sri (62), warga Kacapiring yang menilai program padat karya menjadi solusi bagi masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan tetap.
“Program ini bagus untuk masyarakat, terutama yang belum mendapatkan pekerjaan secara mantap. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Sementara itu, Yoga, pengemudi ojek online asal Kelurahan Cibangkong, mengaku program tersebut memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti di tengah pendapatan yang tidak menentu.
“Kalau narik ojol kadang ramai, kadang sepi. Dengan padat karya ini ada tambahan penghasilan yang jelas. Apalagi ada perlindungan BPJS dan asuransi kecelakaan kerja, jadi lebih tenang saat bekerja,” ungkapnya.
Yoga berharap cakupan program dapat terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi perkotaan, Program Padat Karya Tematik dinilai menjadi salah satu langkah konkret dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan. Melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan kebersihan dan penataan wilayah, program ini menghadirkan manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan kota sekaligus memberikan sumber penghasilan bagi warga.
Bagi Pemerintah Kota Bandung, program padat karya bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, program ini menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, memberikan ruang bagi warga untuk tetap produktif, menjaga martabat, dan menatap masa depan dengan optimisme.
“Seluruh warga Kota Bandung harus produktif. Peluang selalu ada bagi mereka yang mau berusaha,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....