BPBD Kabupaten Subang Imbau Warga Waspada Fenomena El Nino Godzilla
- 09 Jun 2026 09:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini kepada seluruh warga. Imbauan ini terkait potensi kekeringan panjang, akibat dampak fenomena El Nino kategori kuat yang disebut “Godzilla” oleh BMKG. Fenomena ini diprediksi membuat musim kemarau 2026 lebih ekstrem dibanding tahun normal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang Udin Jajudin, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupatr Subang Enda menyampaikan, masyarakat sudah harus mulai berhemat dalam penggunaan air bersih. Karena fenomena El Nino Godzilla ini, berpotensi terjadi kemarau yang cukup eskrim.
"Kami mengingatkan seluruh masyarakat Subang, untuk mulai berhemat air dari sekarang. El Nino Godzilla berpotensi menekan curah hujan jauh di bawah rata-rata. Dampak langsungnya akan terasa pada ketersediaan air baku, irigasi pertanian, dan debit sumur warga," ujar Enda kepada RRI di Subang, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut BPBD, wilayah yang paling rawan terdampak kekeringan adalah, daerah Pantura Subang, dan wilayah selatan, meliputi Kecamatan Sagalaherang, Jalancagak, serta wilayah pegunungan. Pemantauan lapangan awal Juni 2026 sudah menunjukkan penurunan debit air di beberapa sungai, dan saluran irigasi teknis. Kondisi embung desa juga mulai menyusut.
Selain krisis air bersih, BPBD juga mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. kabid Darlog juga menegaskan, warga tidak diperbolehkan melakukan pembakaran sampah, termasuk saat membuka lahan pertanian dan juga di hutan, karena berpotensi terjadi kebakaran lahan dan hutan.
"Lahan yang mengering ditambah angin kencang, sangat mudah memicu karhutla. Kami minta warga stop pembakaran sampah, pembukaan lahan, dan aktivitas yang berpotensi memicu api. Satu puntung rokok saja bisa jadi bencana," tegas Enda.
Untuk mengantisipasi dampak terburuk, BPBD Subang sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, PDAM Tirta Rangga, serta kelompok tani. Pemetaan titik rawan air bersih sedang dilakukan.
BPBD juga menyiapkan skema distribusi air bersih, dengan menggunakan mobil tangki jika krisis air terjadi di permukiman warga. BPBD meminta masyarakat aktif melaporkan kondisi sumur, embung, atau sumber air yang mulai mengering ke aparat desa dan BPBD.
"Jangan menunggu krisis baru melapor. Data dari warga sangat penting, agar bantuan air bersih bisa tepat sasaran dan cepat sampai," tuturnya.
Ia juga mengajak warga, menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya. "Kewaspadaan dini adalah kunci. Mari kita jaga air bersama-sama. Air adalah sumber kehidupan untuk kita, dan anak cucu. Pantau terus informasi resmi dari BPBD Subang dan BMKG," tutup dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....