Bulan Belanja Bandung di Bukan, Dorong Wisata Belanja dan Pertumbuhan UMKM
- 08 Jun 2026 20:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memulai rangkaian Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 dengan membuka Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall, Senin 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi titik awal festival belanja tahunan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata belanja.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Bulan Belanja Bandung merupakan strategi jangka panjang untuk menggerakkan sektor perdagangan dan pariwisata. Program tersebut berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026 melalui berbagai festival belanja yang memanfaatkan momentum musim liburan serta menjaga aktivitas ekonomi pada periode kunjungan rendah.
“Ini adalah upaya berbulan-bulan yang kita siapkan. Dari Juni kita gelar berbagai festival belanja. Pasar Kreatif ini menjadi salah satu puncak awalnya,” ujar Farhan, senin 8 Juni 2026.
Ia optimistis sektor pariwisata Kota Bandung akan semakin bergairah seiring rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Menurutnya, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan produk dan pengalaman belanja yang menarik bagi wisatawan.
“Wisatawan yang datang ke Bandung jangan pulang dengan tangan kosong. Infrastruktur itu tugas pemerintah, tapi pengalaman belanja itu tanggung jawab pelaku usaha,” katanya.
Farhan menilai keunggulan Kota Bandung terletak pada kreativitas para pelaku usaha. Produk kreatif yang ditawarkan tidak hanya harus berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan nilai emosional yang membedakannya dari daerah lain.
“Karya kreatif itu harus punya ‘greget’, punya rasa. Itu yang membuat Bandung berbeda dari kota lain. Kita mungkin kalah infrastruktur, tapi soal kreativitas dan soulful-nya, Bandung unggul,” ucapnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang ada, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang. Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
“PR kita ada di suplai. Daya beli bagus, tapi produksi harus ditingkatkan supaya harga tetap stabil,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan Pasar Kreatif Bandung 2026 menjadi program unggulan untuk memfasilitasi promosi dan pemasaran produk pelaku usaha lokal.
“Tahun ini ada 339 pelaku usaha yang terlibat, terdiri dari 169 sektor fesyen, 78 kriya, dan 92 kuliner. Sebanyak 40 persen merupakan peserta baru,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan digelar secara bergiliran di delapan pusat perbelanjaan di Kota Bandung hingga awal Agustus 2026. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, program ini berhasil membukukan omzet hingga Rp10,1 miliar dengan melibatkan lebih dari 300 pelaku usaha.
Selain Pasar Kreatif Bandung, rangkaian Bulan Belanja Bandung 2026 juga akan menghadirkan Indonesia Shopping Festival pada 7–23 Agustus, Hari Belanja Diskon Indonesia pada 17–30 Agustus, serta puncak acara Bandung Great Sale yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026.
Ronny menegaskan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola pusat perbelanjaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai pihak dapat memperluas akses promosi bagi UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.
“Ketika pelaku usaha tumbuh, lapangan kerja meningkat dan ekonomi daerah akan semakin kuat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....