KA Ciremai Menghubungkan Mobilitas Jawa tengah - Jawa Barat
- 08 Jun 2026 20:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Akhir pekan menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk mengunjungi keluarga, menikmati suasana kota yang berbeda, menghadiri kegiatan pendidikan, menjalankan aktivitas usaha, atau berwisata. Di Pulau Jawa, berbagai tujuan perjalanan tersebut bertemu dalam satu lintasan yang menghubungkan kota-kota dengan karakter yang beragam.
Berikutnya, dari Semarang yang tumbuh sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, Pekalongan dengan warisan batiknya, Tegal yang dikenal sebagai kota pesisir yang dinamis, Cirebon sebagai simpul budaya Pantura, hingga Bandung yang menjadi pusat pendidikan dan ekonomi kreatif, seluruhnya terhubung melalui layanan KA Ciremai. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung mencatat volume pelanggan sebanyak 126.580 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 9,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 116.104 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pariwisata di Pulau Jawa. "Pertumbuhan pelanggan KA Ciremai menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas antarkota terus meningkat. Layanan ini menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Barat dalam satu perjalanan yang efisien dan nyaman," ujar Anne, Senin 8 Juni 2026.
Nama Ciremai diambil dari Gunung Ciremai, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Nama tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Cirebon, salah satu kota penting yang disinggahi KA Ciremai dan sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan serta pertemuan budaya di pesisir utara Jawa.
Perjalanan KA Ciremai dimulai dari Stasiun Semarang Tawang. Berdasarkan publikasi Kota Semarang Dalam Angka 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Semarang mencapai sekitar 1,72 juta jiwa. Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, industri pengolahan, logistik, dan pendidikan. Aktivitas ekonomi yang tinggi didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas, kawasan industri, serta berbagai perguruan tinggi. Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, dan Kampung Batik Semarang menjadi bagian dari identitas kota yang terus menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
Dari Semarang, KA Ciremai melanjutkan perjalanan menuju Pekalongan. Berdasarkan Kota Pekalongan Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kota Pekalongan mencapai sekitar 319 ribu jiwa. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri batik terbesar di Indonesia dan telah tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network sejak 2014. Industri kreatif berbasis batik berkembang berdampingan dengan sektor perdagangan dan jasa yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pemalang dan Tegal. Berdasarkan Kota Tegal Dalam Angka 2025, jumlah penduduk Kota Tegal mencapai sekitar 292 ribu jiwa. Letaknya yang strategis di jalur Pantura menjadikan kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, perikanan, dan aktivitas maritim. Tradisi teh poci, kuliner khas pesisir, serta kedekatannya dengan berbagai destinasi wisata di wilayah Tegal dan sekitarnya menjadikan kota ini salah satu tujuan perjalanan yang ramai sepanjang tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....