Pemindahan Jaringan Kabel Bawah Tanah Ditargetkan Rampung Desember 2026

  • 08 Jun 2026 14:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Program penataan infrastruktur pasif telekomunikasi di Kota Bandung terus berjalan. Saat ini, fokus utama pemerintah bersama para operator telekomunikasi adalah menyiapkan jaringan bawah tanah sebelum dilakukan penurunan dan pemutusan kabel udara di sejumlah ruas jalan.

‎Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII), Asep Wawan Dharmawan, mengatakan penataan kabel udara hanya dapat dilakukan setelah seluruh infrastruktur pasif telekomunikasi di bawah tanah siap digunakan sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota.

‎"Alhamdulillah, program pengendalian kabel udara sudah berjalan. Awalnya pekerjaan direncanakan di kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Sunda. Namun, pada 2 Juni kemarin lokasi pelaksanaan dialihkan ke kawasan Jalan Merdeka dan Jalan Lembong terlebih dahulu," ujar Asep Wawan Dharmawan, Senin 8 Juni 2026.

‎Dari total 36 ruas jalan yang menjadi target penataan, saat ini baru dua ruas jalan yang mulai dikerjakan sesuai jadwal. Menurut Asep, langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh operator telekomunikasi dan penyedia jaringan dapat memindahkan infrastrukturnya ke jaringan bawah tanah tanpa mengganggu layanan kepada pelanggan.

‎"Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh operator telekomunikasi dan operator jaringan dapat terlebih dahulu memindahkan jaringannya ke bawah tanah. Setelah jaringan bawah tanah siap dan berfungsi, barulah kabel udara di atas dapat diputus," katanya.


‎Ia mengakui pada tahap awal terdapat kemungkinan beberapa jaringan sempat mengalami gangguan karena proses transisi, sementara jaringan cadangan di bawah tanah belum sepenuhnya siap. Namun, proses penyempurnaan terus dilakukan.

‎Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh layanan publik hingga saat ini tetap berjalan normal. Pembaruan terakhir juga menunjukkan tidak ada gangguan konektivitas maupun outage jaringan yang signifikan.

‎Asep menambahkan, Wali Kota Bandung telah mengarahkan agar seluruh kesiapan jaringan bawah tanah dapat diselesaikan paling lambat Desember 2026. Setelah seluruh jaringan siap beroperasi, penataan dan pemutusan kabel udara akan dilakukan secara menyeluruh.

‎"Untuk sementara arahan Pak Wali memang seperti itu. Jadi kita bereskan terlebih dahulu seluruh jaringan di bawah tanah, setelah itu baru melakukan penataan kabel yang masih berada di atas, termasuk untuk kawasan Jalan Asia Afrika," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....