BPBD Subang Waspadai El Nino Godzilla hingga Oktober 2026

  • 08 Jun 2026 15:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang Udin Jajudin, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang Enda menyampaikan peringatan resmi BMKG, terkait fenomena iklim El Niño Godzilla, yang melanda Jawa Barat. Fenomena tersebut, diprediksi berlangsung sejak akhir Mei hingga Oktober 2026.

“Kami menerima rilis BMKG bahwa El Niño Godzilla akan menurunkan curah hujan secara signifikan di wilayah Subang,” ujar Enda kepada RRI di Subang, Senin 8 Juni 2026.

BPBD kata Enda, telah memetakan daerah rawan bencana kekeringan, akibat fenomena iklim tersebut. Pemetaan difokuskan pada wilayah Subang selatan dan sebagian utara yang memiliki riwayat kekeringan tahunan.

“Dari hasil pemetaan, ada beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan tinggi dan perlu penanganan prioritas,” tegasnya.

Dampak El Niño Godzilla, diprediksi mencakup kekeringan lahan pertanian dan krisis air bersih. Potensi kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, karena kondisi cuaca lebih kering dan panas.

“Kami sudah memprediksi berbagai dampaknya, mulai dari gagal panen, sulit air bersih, hingga potensi karhutla yang harus diantisipasi sejak dini,” kata dia.

BPBD meminta masyarakat Subang meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, dalam menghadapi dampak iklim ekstrem ini. Masyarakat diimbau hemat air, siapkan tandon, dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Masyarakat Subang harus meningkatkan kewaspadaan serta siap siaga. Langkah kecil seperti hemat air sangat membantu mengurangi risiko,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang.

Koordinasi dengan camat, kepala desa, dan OPD terkait terus diperkuat untuk mitigasi bencana kekeringan. Posko siaga kekeringan akan diaktifkan, untuk merespons cepat laporan dari warga.

“Seluruh unsur di tingkat kecamatan dan desa, sudah kami minta siaga. Jalur pelaporan 24 jam kami aktifkan untuk aduan kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang.

BPBD juga menyiapkan skenario distribusi air bersih ke titik-titik prioritas, apabila status darurat ditetapkan. Bantuan logistik dan tangki air telah disiagakan untuk wilayah terdampak paling parah.

“Jika curah hujan benar-benar di bawah normal sampai Oktober, kami siap droping air bersih ke desa yang paling membutuhkan,” ungkapnya.

BPBD Subang mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong, menghadapi El Niño Godzilla. Kesadaran kolektif menjadi kunci mengurangi dampak bencana iklim ini.

“Ini tanggung jawab bersama. Dengan gotong royong dan disiplin mitigasi, kita bisa lewati El Niño Godzilla dengan dampak seminimal mungkin,” tutup Kabid Darlog BPBD Kabupaten Subang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....