Babinsa Koramil Binong Ajak Warga Jaga Saluran Air, Cegah Banjir sejak Dini

  • 08 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Pagi itu Dusun Krajan II RT 07A/RW 02 Desa Binong, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, berubah jadi lautan cangkul, dan semangat gotong royong. Babinsa Desa Binong Koramil 0510/Binong Kodim 0605/Subang Serka Parji, berdiri paling depan memimpin Karyabhakti pembersihan saluran air bersama Kepala Desa Binong Nani Suryani, perangkat desa, dan ratusan warga. Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi wujud nyata tupoksi Babinsa dalam membina dan menjaga ketahanan wilayah.

Sebagai aparat kewilayahan, Serka Parji menjalankan peran deteksi dini sejak awal. Ia memetakan titik-titik saluran yang alirannya tersendat dan berpotensi meluap saat hujan deras.

Pengamatan langsung di lapangan menjadi dasar laporan Babinsa ke komando atas. “Babinsa itu matanya TNI di desa. Kalau ada saluran mampet, itu sinyal bahaya. Kami wajib tahu, catat, dan laporkan sebelum bencana datang. Deteksi dini itu tugas pokok, bukan pilihan,” ujar Serka Parji sambil mengarahkan warga mengeruk lumpur di perempatan Krajan II.

Setelah data dikantongi, langkah berikutnya adalah cegah dini. Serka Parji tidak menunggu perintah turun. Ia langsung menggerakkan warga untuk turun ke selokan. Dengan teknik aman dan pembagian tugas yang jelas, tim gabungan mengangkat sampah plastik, ranting, dan endapan lumpur yang menutup gorong-gorong.

“Cegah dini itu lebih mulia daripada mengevakuasi warga. Kita berkeringat sekarang supaya rumah warga tidak kebanjiran nanti. Itu esensi pengabdian Babinsa,” tegasnya di tengah kerja bakti.

Tupoksi komunikasi sosial juga kental terasa dalam kegiatan ini. Serka Parji memanfaatkan momen kerja bakti untuk berdialog langsung dengan warga.

Sambil mengangkat karung sampah, ia mengingatkan bahaya membuang sampah rumah tangga ke saluran air. Pendekatan humanis dari hati ke hati membuat pesan Babinsa lebih mudah diterima warga.

“Kalau ngobrol di balai desa suasananya formal. Tapi kalau sambil kerja bareng, warga lebih terbuka. Dari situlah kesadaran tumbuh,” jelasnya.

Upaya Babinsa tidak berhenti pada aksi fisik hari itu. Sebagai bentuk pemberdayaan wilayah binaan, Serka Parji menginisiasi warga membentuk piket kebersihan rutin setiap Jumat. Konsep ini bertujuan, agar warga mandiri merawat saluran tanpa harus menunggu ada Babinsa atau program desa.

“Ketahanan wilayah itu tercapai kalau masyarakatnya sadar dan bergerak sendiri. Tugas Babinsa mengawal, memberi contoh, lalu melepas warga jalan dengan kekuatannya sendiri,” pungkas Serka Parji.

Hasil kerja keras hari itu langsung terlihat. Aliran air di saluran utama Krajan II yang sebelumnya tersumbat kini kembali lancar. Warga RT 07A mengaku lega, karena ancaman genangan di depan rumah bisa diminimalisir. Karyabhakti ini menjadi bukti, ketika Babinsa menjalankan tupoksinya dengan sungguh-sungguh, deteksi dini dan cegah dini akan melahirkan wilayah binaan yang aman, sehat, dan nyaman.

Sinergi dengan pemerintah desa menjadi penguat langkah Babinsa. Kepala Desa Binong Nani Suryani menyebut kehadiran Serka Parji, sebagai motor penggerak warga.

“Pak Babinsa yang pertama kali lihat masalah, yang pertama turun, dan yang paling semangat mengajak warga. Tanpa beliau, warga sulit dikumpulkan sebanyak ini. Ini contoh nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkap Kades Nani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....