Pergeseran Tanah, 25 Rumah di Desa Cupunagara Subang Rusak, 240 KK Terdampak
- 05 Jun 2026 14:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Bencana pergeseran tanah, melanda Kampung Ciwanguk Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang Senin, 2 Juni 2026 lalu. Peristiwa alam tersebut, berdampak pada 25 unit rumah milik warga dengan total 240 jiwa yang tinggal di dalamnya.
Warga Kampung Ciwanguk mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah. Kehadiran Bupati Reynaldi bersama tim BPBD, dinilai memberi rasa aman, dan semangat baru bagi masyarakat di tengah situasi yang tidak mudah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang Enda mengungkapkan, begitu menerima laporan, BPBD Kabupaten Subang, langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi. Tim melakukan asesmen cepat dan pendataan menyeluruh door to door, untuk mendokumentasikan jumlah rumah terdampak, jumlah penghuni, serta tingkat kerusakan yang terjadi.
Hasil pendataan menunjukkan kerusakan rumah bervariasi. Sebagian mengalami retak pada dinding, dan lantai, sebagian lain mengalami amblas pada pondasi hingga pergeseran struktur bangunan. "Meski demikian, seluruh 240 jiwa penghuni dipastikan selamat, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ungkap Enda kepada RRI di Subang, Jumat 5 Juni 2026.
Untuk memastikan keselamatan, sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat, dan titik aman yang telah disiapkan pemerintah desa. BPBD bersama aparatur desa terus memantau perkembangan pergerakan tanah, agar warga dapat segera dievakuasi jika terjadi pergeseran susulan.
Sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah, Bupati Subang Reynaldi turun langsung ke lokasi kejadian. "Kedatangan orang nomor satu di Subang ini, untuk melihat langsung kondisi warga, serta menyerahkan bantuan logistik tahap darurat secara simbolis," terangnya.
Bantuan yang disalurkan BPBD Kabupaten Subang, terdiri dari paket sembako, air mineral, makanan siap saji, selimut, matras, perlengkapan bayi, serta kebutuhan dasar lainnya. Penyaluran dilakukan tepat sasaran kepada 25 kepala keluarga terdampak di Kampung Ciwanguk.
BPBD Kabupaten Subang mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana geologi, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika menemukan tanda-tanda seperti tanah retak, pohon miring, atau sumber air yang tiba-tiba keruh, segera laporkan ke BPBD melalui call center 110 atau aplikasi SIBATARA.
"Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen, akan terus mendampingi warga terdampak, hingga kondisi pulih dan kembali normal. Penanganan bencana menjadi prioritas untuk melindungi masyarakat Subang," tandas Enda.
Sementara itu, Bupati Reynaldi dalam kesempatan tersebut menyampaikan imbauan, agar warga tetap tenang dan mengutamakan keselamatan. “Kami hadir untuk memastikan bapak ibu semua mendapat penanganan cepat. Untuk rumah yang sudah tidak layak huni, pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik, bersama dinas terkait,” tegas Bupati.
BPBD Kabupaten Subang saat ini terus berkoordinasi intensif dengan BMKG, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan Pemerintah Desa Cupunagara. Koordinasi difokuskan pada kajian teknis penyebab pergeseran tanah, serta rencana penanganan jangka pendek, dan jangka panjang bagi warga terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....